Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Warga Lumajang Hidup Nomaden di Kota Orang

Safitri • Jumat, 22 Juli 2022 | 21:05 WIB
Photo
Photo
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - Seorang nenek warga Lumajang hidup sebatang kara kini jatuh sakit di penginapan Fatimah, Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sebelumnya, dia tengah merantau di daerah tersebut bersama sang suami. Namun, bencana tsunami beberapa tahun yang lalu membuat suaminya menjadi korban. Meninggalkan istrinya sendirian.

BACA JUGA : Momentum Pemulihan Ekonomi dan Mendekat pada Masyarakat

Hingga sang istri yang sudah berusia lanjut itu harus tinggal nomaden alias berpindah-pindah tempat. Sebab, ia tidak memiliki pekerjaan tetap untuk menghidupi dirinya sendiri. Sampai nenek yang biasa dipanggil Mutiha itu tinggal di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dia berhasil diamankan oleh Yayun Ariani, warga asal Candipuro, Lumajang, yang berdomisili di Kabupaten Parigi Moutong. Dia menemukan nenek tersebut dalam kondisi sakit dan sedikit pikun. Meski sempat kebingungan saat berkomunikasi dengan nenek tersebut, Yayun berhasil menanyakan keluarganya.

Postingan yang diunggah oleh akun Cak Abdul Fatah itu langsung dibanjiri komentar warganet. Ada beberapa warga yang mengenali keluarganya berdasarkan pernyataan dari Yayun. “Mungkin kalau Abah Jum'at saya tahu rumahnya di Tekung utara jalan. Berbesanan dengan orang Nogosari. Kebetulan saya dari tetangga besannya,” tulis Fandi Ahmad Sultoni.

Akun Ida Anang juga langsung menyampaikan kepada sanak keluarganya. Dia mengenali keluarga Mutiha dan langsung menyampaikan ke pihak keluarga. “Sudah saya sampaikan ke keluarganya. Sebentar lagi Abah Jum’at menghubungi Cak Fatah,” komentarnya.

Postingan itu banyak menyita perhatian warganet. Sebab, di umurnya yang sudah menginjak usia lanjut, Nenek Mutiha harus hidup sendiri di perantauan tanpa mempunyai keluarga. Apalagi kondisinya sering sakit dan pikun. Sempat membuat dirinya kesulitan untuk bertemu dengan keluarganya lagi. “Sebagai sesama warga Lumajang yang merantau di bumi Sulawesi, ikut mendoakan. Semoga segera diketahui pihak keluarga,” tulis M.Faizal. (mg3/c2/fid) Editor : Safitri
#Lumajang