Pijat olahraga atau yang dikenal sport massage dilakukan untuk membantu meredakan ketegangan otot. Sehingga atlet kembali rileks dan fokus dalam berolahraga. Biasanya hal ini dilakukan saat atlet merasa bagian tubuhnya tegang. Baik sebelum latihan atau kompetisi maupun setelahnya.
Koordinator Bidang Ahli Medical Sports Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) KONI Lumajang Muhammad Mu'afi mengatakan, ada tiga terapis sport massage yang dilibatkan. Menjelang Porprov, pihaknya menerima cukup banyak atlet untuk dipijat. Rerata, bagian otot mereka menegang. Sehingga sport massage menjadi pilihan tepat untuk memulihkannya.
“Ada local massage atau pijat lokal dan relaksasi. Kalau pijat lokal ini biasanya hanya di satu tempat saja yang sakit. Misalnya atlet tinju sakitnya di tangan atau atlet sepak bola sakit di kaki. Ini juga dilihat atlet dari cabor apa. Sedangkan relaksasi diberikan untuk mengembalikan otot dan daya tahan tubuh,” katanya.
Penanganan yang cepat bisa meminimalisasi cedera. Oleh karena itu, saat atlet merasakan sakit, KONI Lumajang meminta agar atlet segera berkomunikasi dengan terapis. Sehingga cedera tidak bertambah parah dan membahayakan.
Sementara itu, Direktur Timlak Puslatkab KONI Lumajang Budi Satria Andhika menjelaskan, sejak Puslatkab dimulai, tiga terapis sudah memberikan penanganan ke pada semua atlet. Tidak hanya itu, KONI Lumajang juga bekerja sama dengan dokter. Tenaga kesehatan ini sudah memberikan informasi penanganan cedera, terapi dan penanganan medis lainnya.
“Jika atlet cedera ringan dan bukan medis, tim sport massage yang akan menangani. Tetapi kalau kondisinya medis, ya harus dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.
Saat Porprov berlangsung, KONI sudah menyiapkan terapis di empat kabupaten tuan rumah. Harapannya, atlet mendapatkan relaksasi dan penanganan cedera ringan. Sehingga performa atlet maksimal.(kin/c2/fid) Editor : Safitri