Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Enam Warga Terpapar Virus Cikungunya

Safitri • Jumat, 3 Juni 2022 | 22:10 WIB
DIBASMI: Tim kesehatan dari Dinkes Dalduk KB Lumajang melakukan fogging di Dusun Ranupakis, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, kemarin. Fogging dilakukan setelah enam warga terpapar virus cikungunya.
DIBASMI: Tim kesehatan dari Dinkes Dalduk KB Lumajang melakukan fogging di Dusun Ranupakis, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, kemarin. Fogging dilakukan setelah enam warga terpapar virus cikungunya.
KALIBOTO KIDUL, Radar Semeru – Virus cikungunya tidak boleh dipandang sepele. Sebab, virus ini bisa menular dengan cepat melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Meski gejala yang dialami mirip dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD), sebenarnya keduanya berbeda. Sehingga perlu dilakukan uji laboratorium untuk memastikannya.

BACA JUGA : Anggap sebagai Cenderamata dari Wapres

Selama ini, virus cikungunya kerap muncul saat musim hujan dan pancaroba. Terlebih nyamuk itu berkembang biak dengan cepat di kawasan kumuh serta genangan air yang tidak dikuras dan terbuka. Sehingga masyarakat bisa terpapar dengan mudah.

Seperti yang dialami enam warga Dusun Ranupakis, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto. Kuat dugaan mereka terpapar virus itu sejak sepekan lalu. “Awalnya salah satu warga melaporkan ke kami demam, pegal, dan lemas. Karena curiga virus cikungunya atau DBD, kami langsung melakukan pemeriksaan dengan Puskesmas Jatiroto,” ungkap kasun setempat, Slamet Wahyudi.

Selanjutnya, puskesmas bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Lumajang langsung melakukan pemeriksaan lanjutan. Hasilnya, uji laboratorium menunjukkan lima warga dewasa dipastikan terinfeksi virus cikungunya. Sementara, satu lainnya yang masih anak-anak belum diketahui. Sebab, sampel yang diambil masih dilakukan pengujian laboratorium di Surabaya.

Wahyudi mengatakan, enam warga itu berasal dari enam keluarga yang berbeda. Sehingga pihaknya segera melakukan upaya penanganan. Petugas memeriksa setiap rumah yang bertetangga dengan pasien terpapar. Mereka menemukan banyak jentik nyamuk hidup di bak mandi warga setempat.

“Kami lakukan pembasmian sarang nyamuk atau PSN dan kontrol bak mandi warga. Ternyata banyak bak mandi terdapat jentik-jentik nyamuk. Kemungkinan mereka telat menguras karena suplai air di sini juga cukup sulit. Setelah itu, kami fogging sekitar 70 rumah dari pasien terpapar virus,” jelasnya.

Dia menuturkan, tahun lalu virus ini juga sempat menghebohkan warga. Namun, setelah dilakukan penanganan, virus sudah hilang. Kini, pihaknya harus bekerja ekstra. Sebab, virus kembali kambuh. Oleh sebab itu, pihaknya terus berupaya mencegah agar virus tidak menular. “Kalau fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Saat ini banyak jentik yang belum jadi nyamuk. Makanya pekan depan akan di-fogging lagi,” lanjutnya. (kin/c2/fid)

  Editor : Safitri
#Lumajang