BACA JUGA : Seimbangkan Kepentingan Negara Anggota G20
Laporan singkat erupsi, terakhir gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi sebulan yang lalu, tepatnya pada 1 Mei 2022. Lalu, beberapa hari terakhir, hampir setiap malam mengeluarkan lava pijar. Lava tersebut terpantau jelas dari Desa Tirtosari, Kecamatan Candipuro.
Yuda Prinardita Pura mengatakan, pada periode pengamatan pukul 06.00 sampai 12.00, gunung terlihat cukup jelas hingga terjadi kabut. Sebab, sejak pagi kemarin cuaca pagi hari mendung dengan intensitas hujan dari gerimis hingga deras. Secara visual teramati beberapa letusan dengan asap putih kelabu.
“Teramati dua kali letusan dengan ketinggian asap kurang lebih 300 meter berwarna putih kelabu condong ke arah barat. Namun, selama pengamatan secara visual gunung dominan tertutup kabut. Tingkat aktivitas level 3 atau siaga,” katanya.
Warga tetap diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak gunung. Di luar jarak itu, warga juga diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi atau sempadan sungai karena berpotensi terlanda perluasan jika juga mengeluarkan awan panas.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sejak ditetapkan menjadi level siaga, petugas PVMBG yang bertugas di Pos Sawur rutin melaporkan aktivitas gunung setiap enam jam sekali. “Rekomendasi lainnya tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak gunung karena rawan terjadi lontaran pijar,” pungkasnya. (son/c2/fid)
Editor : Safitri