Baca Juga :Sopir Truk Buah asal Lumajang Mati Mendadak di Jember, Ini Penyebabnya
Pantai yang dulu menjadi primadona dan jujukan pengunjung berwisata, sekarang ditinggalkan begitu saja. Sebab, keindahan objek wisata itu belakangan dipandang kurang enak. Sepanjang bibir pantai yang terkenal dengan batu-batu dan kerikil untuk hiasan rumah ini malah kotor dipenuhi sampah berserakan.
Sutris, salah satu pedagang di sekitar objek tersebut, mengatakan, objek wisata ini seperti mati suri. Selama tiga tahun terakhir ditinggalkan pengunjung. Bahkan, ketika akhir pekan sekalipun tidak banyak pengunjung yang datang berlibur untuk menikmati deburan ombak serta angin sepoi-sepoi.
“Karena lokasinya memang kotor, banyak sampah berupa ranting pohon yang terbawa aliran lahar dari atas. Padahal, dulu sering pengelola dan yang jualan gotong royong membersihkan pantai dari sampah. Tetapi, karena datangnya terus-terusan, sampah itu menumpuk hingga hampir tak muat,” katanya.
Warga setempat sering memanfaatkan sampah kayu itu untuk kayu bakar. Tetapi, keberadaan kayu yang berserakan di objek wisata itu tak pernah habis. Bahkan, setiap hari makin menumpuk. Banyaknya jumlah sampah yang berserakan itu rupanya tak sebanding dengan kemampuan warga.
Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Lumajang Yudi Prasetyo mengatakan, selain mengelola wisata milik pemkab, pihaknya rutin melakukan pembinaan pada sejumlah objek wisata yang dikelola pemerintah desa. Namun, tidak semua merespons itu dengan baik. “Kami selalu melakukan pembinaan,” pungkasnya. (son/c2/fid)
Editor : Safitri