Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Seribu Sesajen untuk Semeru

Safitri • Senin, 14 Februari 2022 | 23:38 WIB
PANJATKAN DOA: Puluhan orang penggiat budaya nusantara hadir di Situs Selogending Desa Kandangan Kecamatan Senduro untuk mendoakan keselamatan Gunung Semeru, siang kemarin.
PANJATKAN DOA: Puluhan orang penggiat budaya nusantara hadir di Situs Selogending Desa Kandangan Kecamatan Senduro untuk mendoakan keselamatan Gunung Semeru, siang kemarin.
KANDANGAN, Radar Semeru – Puluhan penggiat budaya nusantara yang kebanyakan berasal dari Jawa Timur mendatangi Situs Selogending Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, kemarin. Mereka datang untuk memanjatkan doa bersama demi keselamatan Semeru melalui sarana seribu sesajen dan kembang.

Upacara ini merupakan buntut dari gagalnya pelaksanaan seribu takir dan dupa yang rencananya digelar 21 Januari lalu. Selain itu, sebagian orang yang hadir dalam acara tersebut juga meyakini melalui penyelanggaraan upacara ini sekaligus menjadi upaya mereka dalam mendukung pihak kepolisian memproses Hadfana Firdaus.

Koordinator penghubung penggiat budaya nusantara Sangkawi mengatakan, upacara ini merupakan salah satu cara melestarikan budaya. Jadi dalam pelaksanaan upacara ini tidak ada hubungannya dengan agama. Jadi orang beragama apa saja diperbolehkan untuk hadir dalam kegiatan ini.

“Ada sekitar 60 perwakilan penggiat budaya dari Jawa Timur. Ini sifatnya majemuk, jadi agama apapun sebetulnya mempunyai hak untuk terus melestarikan serta menjaga jati diri ini sebagai budaya bangsa. Tidak ada masalah yang berarti untuk agama manapun. Semoga ini menjadi rutual setiap tahun,” katanya.

Situs Selogending ini dianggap sebagai punden tertua yang berdekatan dengan Gunung Semeru. Bahkan, tempat tersebut diperkirakan telah berumur ratusan bahkan ribuan tahun. Dukun Adat Suku Tengger Romo Dukun Gatot Harjo mengatakan, tradisi ini untuk memulihkan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

Ritual seperti ini sebetulnya dilaksanakan setiap hari. Namun, kejadian erupsi Gunung Semeru memanggil seluruh pegiat budaya di seluruh nusantara untuk hadir dan memanjatkan doa demi kebaikan. “Kita tidak ingin menyalahkan yang ini atau menyalahakan yang itu, budaya ini sudah kita lakukan setiap hari,” pungkasnya (son/fid). Editor : Safitri
#Lumajang