Koordinator Kabupaten (Korkab) 1 PKH Kabupaten Lumajang Akbar Alamin mengungkapkan, pendataan sudah dilakukan. Hasilnya, empat KPM yang meninggal tersebut berasal dari dua kecamatan. Dua KPM asal Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Sementara, dua lainnya berasal dari Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
“Kami identifikasi KPM yang tinggal di kawasan terdampak. Sebagian besar mengungsi di posko pengungsian dan rumah saudaranya yang jauh dari rumah mereka. Memang ada KKS yang tidak bisa diselamatkan karena rusak dan hilang. Oleh karena itu, kami terus berkomunikasi dengan pihak bank agar dibuatkan KKS baru. Ini sebagai langkah agar bantuan bisa diterima mereka,” ujarnya.
Dia mengatakan, bantuan PKH tahap 4 memang sudah cair di awal Desember. Hampir 90 persen masyarakat sudah menerima dan mengambil bantuan tersebut. Sementara itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pendamping PKH antarkecamatan. Sehingga bantuan bisa dipastikan sudah tersalurkan keseluruhan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang Dewi Susiyati menjelaskan, pihaknya sudah berkirim surat ke Kementerian Sosial mengenai kendala bansos PKH. Terutama bagi masyarakat terdampak. Sebab, mereka menjadi prioritas penerima bantuan saat ini.
Meski KKS hilang atau rusak, hal tersebut bukan menjadi penghalang bantuan tidak tersalurkan. “Ada prioritas perlakuan ke mereka. Jadi, bantuan tetap disalurkan meskipun KKS hilang atau rusak. Pemerintah daerah memfasilitasi penerbitan administrasi kependudukan dan lainnya. Sehingga pendataan bisa dilakukan dengan cepat dan bantuan tersalurkan. Tidak hanya PKH. Bantuan lain juga dipastikan tersalurkan. Jangan sampai hal ini justru menjadi beban mereka,” jelasnya.
Sementara, bagi KPM yang meninggal dunia akan dilihat aturan pengalihan bantuan. Jika memang ahli waris berhak menerima bantuan, maka bantuan akan otomatis dialihkan. Namun, hal tersebut tetap sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. “Kami lihat aturannya. Tetapi, penyaluran bantuan tetap diprioritaskan bagi KPM yang terdampak,” pungkasnya.
Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri