Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Trauma Belum Hilang, Banjir Datang

Safitri • Selasa, 21 Desember 2021 | 17:31 WIB
HAMPIR SATU METER: Kondisi banjir di Dusun Biting, Desa Kutorenon, kemarin (20/12). Sebagian besar warga yang sempat mengungsi kembali ke rumahnya masing-masing. Namun, mereka tetap waspada bila debit air meninggi.
HAMPIR SATU METER: Kondisi banjir di Dusun Biting, Desa Kutorenon, kemarin (20/12). Sebagian besar warga yang sempat mengungsi kembali ke rumahnya masing-masing. Namun, mereka tetap waspada bila debit air meninggi.
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir-akhir ini, Kabupaten Lumajang terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Akibatnya, debit air sungai terus naik. Ancaman banjir juga menghantui. Bahkan, salah satu desa sudah terendam banjir cukup tinggi.

Kemarin (20/12), luapan sungai menggenangi Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono. Sebanyak tiga dusun terendam banjir dengan ketinggian 20 hingga 80 sentimeter. Alhasil, mereka khawatir debit air terus meningkat. Padahal trauma banjir pada bulan Februari lalu belum juga hilang.

Kepala Desa Kutorenon Faisal Rizal mengungkapkan, sebagian besar masyarakat masih merasa trauma. Terutama saat hujan berintensitas tinggi dalam waktu lama. Masyarakat terus memantau perkembangan debit air sungai. Jika meningkat, mereka langsung mengungsi dan mencari tempat aman. “Kalau air naik sedikit saja, langsung menghubungi pihak desa. Memang trauma masih ada. Debit air naik itu pasti mereka bingung. Ada yang mengungsi ke rumah saudara, ada yang ke dataran tinggi,” ungkapnya.

Dia menyebut, sekitar 942 kepala keluarga terdampak secara langsung maupun tidak langsung. Mereka berasal dari tiga dusun, yakni Dusun Krajan II sebanyak dua RT, Dusun Biting I sebanyak dua RW, dan Dusun Biting II sebanyak dua RW.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati langsung meninjau lokasi. Bunda Indah, sapaan akrab Wabup, berkeliling dan mengunjungi warga yang mengungsi. Dia menjelaskan, masih ada warga yang trauma. Sebab, bencana banjir beberapa bulan lalu masih diingat oleh warga.

“Tentu kami menenangkan mereka. Kami sampaikan kesiapsiagaan bencana banjir harus ada di setiap penduduk. Terutama lansia dan anak-anak. Apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Seperti surat berharga dimasukkan tas yang mudah dibawa ketika hujan deras dan air mulai naik. Mereka harus segera mengungsi. Sudah ada petugas yang membantu evakuasi. Tadi ada tiga lansia yang masih ndredeg atau trauma. Tapi, sudah diperiksa,” jelasnya.

Secara keseluruhan, pihaknya menuturkan, kondisinya relatif aman. Namun, Pemerintah Kabupaten Lumajang tetap akan menindaklanjuti dengan berkirim surat ke Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Lumajang untuk normalisasi sungai di kawasan hulu. “Mereka berjanji, awal tahun akan segera dilakukan normalisasi,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri
#Banjir #Lumajang