Agus Indiarto, Kepala Desa Labruk Kidul, Sumbersuko, mengungkapkan, persiapan tidak hanya dilakukan menjelang penilaian. Melainkan jauh hari telah disiapkan. Sebab, menurut dia, program tersebut berkelanjutan. Karena itu, ada penilaian atau tidak, program Pawon Urip terus berjalan.
“Tidak ada persiapan khusus. Karena program ini sudah kami laksanakan sejak tahun lalu. Sehingga saat ada penilaian Pawon Urip dari kecamatan, kami maksimalkan. Karena bagi kami, penilaian ini tidak hanya untuk meraih juara lalu selesai, tetapi Pawon Urip akan terus berlanjut,” katanya.
Pihaknya melibatkan semua unsur masyarakat desa. Mulai dari pegawai, karyawan, wirausaha, hingga petani. Oleh sebab itu, dia berharap Pawon Urip ini tidak hanya untuk berkompetisi dengan desa lain. Namun, optimalisasi pemberdayaan masyarakat dapat terwujud melalui Pawon Urip.
Sementara itu, Yuli Misjoko, ketua tim juri Pawon Urip Kecamatan Sumbersuko, menjelaskan, Pawon Urip bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga. Terutama bagi anak-anak stunting.
Sebab, hasil sayuran atau tanaman lain Pawon Urip bisa memberikan gizi yang baik bagi mereka. Selain itu, Pawon Urip juga bisa meningkatkan kekompakan, kerukunan, dan guyub rukun antarwarga. “Hasil Pawon Urip, masyarakat bisa merasakan bersama. Sesuai motonya nandur bareng, ngerawat bareng, dan dipangan bareng,” ujarnya.
Yuli menuturkan, ada sejumlah penilaian Pawon Urip. Di antaranya kreativitas penataan, pengolahan tanaman, hingga kerja sama bank sampah. “Penilaian ini diikuti oleh semua desa. Pemenangnya akan mewakili kecamatan dalam perlombaan Pawon Urip tingkat kabupaten yang akan dilakukan beberapa waktu lagi,” pungkasnya.
Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri