Padahal, Baznas sudah menentukan hari ini terakhir pengumpulan data calon penerima bantuan. Memang, setiap kecamatan menugaskan desa untuk melakukan pendataan. Sebab, mereka lebih memahami kondisi keluarga di lingkungannya. Hal tersebut juga menjadi upaya mencegah penerima ganda bantuan beras terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
"Hari ini (kemarin, Red) baru satu kecamatan yang sudah melaporkan ke kami. Yakni hanya Kecamatan Tempursari saja. Sedangkan yang lainnya masih belum. Informasinya masih proses pendataan di masing-masing desa," kata Atok Hasan Sanusi, Ketua Baznas Lumajang.
Pihaknya merencanakan bantuan dapat segera disalurkan. Karena itu, dia mendorong setiap kecamatan untuk segera melaporkan. Sebab, setelah data diterima, bantuan tidak bisa langsung diberikan. Pihaknya harus memastikan data pemohon atau penerima bantuan tidak ganda.
"Kami sudah ada deadline pengumpulan data per kecamatan. Nah, setelah data masuk akan kami verifikasi bersama Dinas Sosial Lumajang. Sebab, mereka memiliki data lengkap keluarga yang berhak menerima bantuan. Jadi, verifikasinya pada hari Kamis sampai Sabtu. Sehingga, Senin diharapkan bantuan sudah bisa disalurkan. Tetapi, itu semua bergantung pada kecamatan yang melaporkan. Jika sesuai deadline, bisa lebih cepat penyaluran," jelasnya.
Selain kecamatan, permohonan bantuan juga berasal dari pemohon daring dan komunitas. Oleh sebab itu, pihaknya juga tetap memastikan agar tidak terjadi kerancuan data. "Ada pemohon online melalui Google form. Ada juga komunitas yang mengajukan bantuan ke kami. Semuanya kami terima. Namun, verifikasi tetap dilakukan," tegasnya.
Sebab, dalam penyaluran bantuan tahap pertama, pihaknya menemukan data penerima ganda di lapangan. Dalam satu keluarga, dua orang menerima bantuan. Mereka adalah suami istri. Padahal bantuan per KK hanya satu penerima. "Satu orang mengajukan secara online. Sedangkan pasangannya sudah masuk data penerima 250 paket beras," pungkasnya.
Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri