Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bikin Inovasi Wedang Tradisional

Safitri • Rabu, 21 Juli 2021 | 16:15 WIB
LARIS: Salah satu minuman rempah-rempah yang menarik pelanggan baru saat PPKM darurat diterapkan. Minuman ini berhasil membangkitkan usahanya yang terdampak selama pembatasan.
LARIS: Salah satu minuman rempah-rempah yang menarik pelanggan baru saat PPKM darurat diterapkan. Minuman ini berhasil membangkitkan usahanya yang terdampak selama pembatasan.
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - Pembatasan selama dua pekan kemarin tentu membuat usaha lesu. Sebab, mobilitas warga ditekan. Guna membangkitkan usahanya, salah satu pemilik warung kopi ini berinovasi dengan menjual minuman rempah-rempah. Hasilnya, inovasi itu diminati banyak orang. Termasuk orang yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Untuk memudahkan orang mengingat inovasi itu, pemilik warung itu menamai minumannya dengan nama “wedang jancuk”. Alias wedang campuran jahe, kencur, dan jeruk. Dia sengaja membuat minuman tradisional ini karena omzet penjualan sebelumnya menurun cukup drastis ketika pemberlakuan PPKM darurat.

Muhammad Zainal Abidin, pemilik warung, mengatakan, lokasi penjualan yang terletak di jalan menuju Alun-Alun Lumajang membuat dampak pembatasan sangat terasa. Sebab, menjelang malam, usahanya selalu tutup. Sebab, petugas PPKM darurat biasanya berjaga di sekitar jantung kota.

Meski begitu, wedang ini ternyata menarik minat pelanggan baru untuk datang meminumnya. Bahkan, beberapa warga yang sedang menjalani isoman ketagihan minuman itu. Banyak yang meyakini dapat meningkatkan imunitas tubuh. Kini, minuman tersebut menjadi salah satu menu andalan yang paling dicari banyak orang.

"Saya pikir ambil gampangnya saja. Orang mudah mengingat dan langsung bisa memesan minuman tradisional ini. Ini campuran jahe, kencur, dan jeruk. Kalau sekarang, selain pelanggan yang minum di tempat, ada juga yang memilih untuk bungkus. Bilangnya untuk orang-orang yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, tradisi meminum jamu tradisional itu boleh dilakukan oleh siapa pun. Termasuk orang yang sedang menjalani isolasi mandiri. "Warga bisa memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar rumah. Itu aman kalau diminum dan dikonsumsi atau bisa diramu tanpa bahan tambahan," pungkasnya.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan Editor : Safitri
#Kopi