Ada delapan titik yang ditutup. Yakni Jalan Basuki Rahmat, S. Parman, alun-alun utara, alun-alun timur, alun-alun selatan, alun-alun barat, simpang empat Yos Sudarso, dan simpang tiga AR Hakim. Padahal, sebelumnya hanya ruas jalan menuju alun-alun dan malam saja ditutup. Namun, mulai hari ini, penutupan akan dilakukan selama 24 jam penuh.
Tim gabungan Covid Hunter kemarin langsung bertindak. Mereka memberikan perluasan penutupan. Mereka berjalan dari tugu Adipura hingga perempatan jalan PB Sudirman. Toko-toko yang masuk sektor nonesensial ditutup hingga 20 Juli mendatang.
Tentu hal tersebut untuk mengurangi mobilitas. Sebab, di kawasan sepanjang Jalan Basuki Rahmat dan PB Sudirman menjadi titik kumpul banyak orang. Apalagi, banyak kios bangunan dan toko berjajar. Sehingga, potensi penularan Covid-19 sangat besar terjadi.
Aipda Rima Mayangga, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Lumajang, mengimbau agar seluruh toko dan warung di sekitar kawasan Jalan PB Sudirman ditutup sementara. “Mohon kerja samanya untuk menutup pertokoan dan warung. Karena Lumajang sudah masuk zona hitam,” ujarnya.
Sementara itu, AKP Bayu Halim Nugroho, Kasat Lantas Polres Lumajang, mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan mobilitas masyarakat masih tinggi. Terutama kawasan pusat kota. Karena itu, langkah penutupan diambil.
“Setelah dievaluasi, kami ambil langkah untuk berupaya lebih giat lagi. Sebab, sejak sosialisasi dan penegakan seperti operasi yustisi serta upaya lain, ternyata kesadaran masyarakat masih rendah. Sehingga, kami lakukan upaya rekayasa jalan untuk membatasi ruang dan gerak di kawasan pusat aktivitas masyarakat,” katanya.
Dia berharap, penutupan tersebut dapat menyadarkan masyarakat sekitar. “Minimal, ini mengurangi keinginan masyarakat untuk melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat di luar rumah. Kecuali kepentingan mendesak. Jika sudah bisa ditekan intensitas mobilitasnya, maka interaksi akan berkurang dan kiranya bagi yang terpapar bisa dikurangi,” harapnya.
Jurnalis: Muhammad Sidikin Ali
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan Editor : Safitri