Ada dua jenis kelapa muda yang beredar di pasaran. Pertama, kelapa yang kulitnya berwarna hijau kekuningan dengan serabut berwarna merah. Kedua adalah kelapa yang kulitnya berwarna hijau dengan serabut berwarna merah. Jenis kedua inilah yang paling laris hingga luar kota.
Saiful, salah satu petani kelapa di Desa/Kecamatan Ranuyoso, mengatakan, sebelumnya harga jual satu buah kelapa dipatok di bawah Rp 10 ribu. Awal bulan ini permintaan itu naik signifikan sampai-sampai harga sekarang telah melebihi Rp 20 ribu per buah.
“Dulu cuma Rp 7 sampai Rp 8 ribu per buah. Sekarang dari petani saja dijual Rp 22 sampai Rp 25 ribu. Bergantung ukuran besar dan kecilnya kelapa. Karena rata-rata pembelinya berasal dari Surabaya, Malang, dan Jakarta. Mereka minta ukuran yang besar. Sampai kadang saya harus cari ke beberapa petani lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan permintaan tersebut dialami sejak beberapa hari sebelum diterapkan PPKM darurat. Ketika pasien positif di beberapa kota itu bertambah banyak, permintaan kelapa di lahan kebunnya ikut bertambah. Sebab, banyak yang meyakini kepala muda ini ampuh sebagai obat penyakit.
“Secara medis, saya tidak tahu. Tetapi, alasan tengkulak datang cari kelapa muda ke saya bilangnya untuk obat. Banyak orang di beberapa kota katanya minum air kelapa muda Ranuyoso bikin badan sehat dan bugar,” tambahnya.
Sementara itu, Arifin, petani lainnya, mengatakan, buah kelapa muda dapat dipanen maksimal satu bulan. Sehingga dalam sehari dirinya mampu mengumpulkan 4 sampai 5 buah setiap pohonnya. “Lumayan lah kalau harganya sekarang. Kalau sehari dapat 20 kelapa, sudah dapat Rp 400 ribu,” pungkasnya.
Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Radar Digital