Padahal, pendaftaran peserta didik baru (PPDB) secara daring resmi ditutup akhir bulan lalu. Namun, jumlah pendaftar masih sangat kurang. Tentu, hal tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Apakah masa pandemi menurunkan minat pendidikan anak sekarang.
Winarto Laksono, Kasi Pendidikan Dindik Lumajang, mengatakan, sebagian besar pagu yang belum terpenuhi merupakan sekolah di desa. Sedangkan di kawasan kota sudah terpenuhi. Meskipun sejumlah sekolah masih belum sesuai target pagu yang diberikan.
“PPDB tahun ini semuanya secara online melalui portal Dindik. Secara resmi sudah ditutup akhir bulan Juni. Namun, setelah melihat data, banyak sekolah belum memenuhi pagu. Kalau di desa, biasanya para orang tua mendaftarkan anaknya menunggu hari tertentu terlebih dahulu. Kalau di kota, risikonya kalah saing. Sehingga belum bisa memenuhi pagu yang ada,” katanya.
Meski sudah ditutup, pihaknya meminta sekolah untuk tidak menolak siswa yang akan mendaftar. Sebab, selama belum ada rilis resmi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari pusat, siswa bisa mendaftar. “Mereka yang terlambat mendaftar secara online tetap bisa mendaftar secara manual ke sekolah langsung. Kami tidak bisa menolak. Sebab, melalui pendidikan, anak-anak akan menjadi penerus bangsa,” tambahnya.
Dia mengimbau agar para orang tua atau siswa segera mendaftar. Sebab, jika rilis Dapodik sudah keluar, mereka tidak bisa mendaftar. “Rilis Dapodik biasanya bulan Agustus hingga September. Sebelum itu, data bisa diisi secara manual oleh masing-masing sekolah,” pungkasnya.
Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Radar Digital