Mulanya, keempat pemuda itu mendatangi Pasar Pasrujambe untuk mengamen. Mereka datang berboncengan mengendarai satu sepeda motor Honda Scoopy. Setelah memarkir sepedanya lalu berkeliling bersama, tiba-tiba di tengah perjalanan, satu di antaranya memisahkan diri dari rombongan dan berhenti di rumah warga.
Karena pemuda itu masih dalam pengaruh alkohol, tiba-tiba menghampiri motor yang terparkir di depan rumah warga itu dan berusaha menghidupkan secara paksa. Muslifah, pemilik rumah tersebut, sontak kaget. Dia langsung menegur pemuda tersebut. Namun, bukannya kabur, pemuda tersebut ngeyel dan tetap membawa motor itu.
“Saya lihat dari dalam rumah dia datang bawa botol air. Botol plastik itu ditaruh di dasbor. Terus dia kayak mau nyalain gak bisa, kemudian kayak mau dituntun. Saya keluar. Malah sempat tarik-tarikan sama saya,” katanya.
Penjelasan Muslifah ini rupanya tidak bisa meyakinkan pemuda tersebut. Dia tetap menuntun motor hingga beberapa meter. Sampai akhirnya warga yang melihat kejadian aksi rebutan sepeda motor secara spontan meneriaki pemuda itu sebagai maling.
“Karena ramai, malah banyak yang tahu. Terus, pada datang mukuli pemuda itu. Lah kok, teman-temannya ikut nyusul dan berusaha melerai, malah kenak hajar juga,” tambahnya.
Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi, memang empat pemuda itu tak satu pun terbukti melakukan pencurian. Sebab, dari keempatnya tidak ditemukan kunci T maupun alat-alat lainnya.
“Setelah kami periksa, tidak ada kunci T atau alat yang digunakan mencuri. Jadi, dugaan sementara, warga salah paham. Tapi, ini masih kami periksa lagi,” pungkasnya.
Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Istimewa
Editor: Hafid Asnan Editor : Safitri