Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, pria yang sehari-hari bekerja di salah satu perusahaan operator telekomunikasi seluler ini menjalani vaksin tahap pertama di Puskesmas Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, pada Kamis (01/07) kemarin. Keesokan harinya, dia mengeluhkan sakit.
Ari Nur Hasan, adik Deni, menceritakan, setelah beberapa jam menerima suntikan vaksin, kakaknya mengeluhkan sakit demam tinggi kepada istrinya. Namun, hal itu dianggap biasa. Sampai dini hari, kondisi kakaknya terus menurun hingga mengaku sakit kepala dan muntah-muntah.
“Perasaannya mungkin tidak enak, makanya paginya, sekitar pukul 09.00 diantar ke RSUD dr Haryoto untuk menjalani pemeriksaan. Jarak waktu meninggalnya terbilang cukup singkat. Sebab, sore hari kakak sudah dikabarkan meninggal dunia dan langsung kami makamkan,” jelasnya.
Setahu Ari, sejak lahir sampai sekarang, Deni belum pernah berurusan dengan penyakit yang macam-macam. Pernah sekali, Deni menderita penyakit tipes. Namun, itu telah terjadi cukup lama. “Kalau kapan tahun persisnya saya lupa, tetapi itu lama. Saya tahunya, mas sudah divaksin,” tambahnya.
Kasus meninggalnya pria berusia 42 tahun ini sekarang sedang dilakukan penelitian dan investigasi. Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengimbau warga tidak perlu khawatir berlebihan. Sebab, vaksin tersebut telah teruji oleh lembaga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dipakai banyak negara.
“Kami sudah membentuk tim daerah yang tugasnya mencari data, fakta, dan kronologi lengkap untuk mengusut kejadian ini. Nanti datanya akan kami susun dan segera kami laporkan ke pokja KIPI Jawa Timur maupun pusat. Karena di sana ada tim ahli yang bisa mengungkap penyebab kematiannya apa karena vaksin atau karena penyebab lain,” pungkasnya.
Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan Editor : Safitri