Mereka mengibarkan bendera merah putih di tebing air terjun. Bendera dengan panjang 100 meter dan lebar enam meter tersebut berkibar selama beberapa saat. Puluhan personel polisi mengikuti upacara peringatan di dasar air terjun. Tidak hanya upacara, mereka juga membawa bendera tersebut dengan cara mengular kembali ke atas panorama Air Terjun Tumpak Sewu, Sidomulyo, Pronojiwo.
Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, pengibaran bendera merah putih tersebut dilaksanakan di tempat wisata. Sebab, itu merupakan bagian dari mengenalkan destinasi wisata di Lumajang. “Kami kibarkan bendera raksasa merah putih di tebing air terjun dan panorama Tumpak Sewu. Ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata Lumajang,” katanya.
Dia menambahkan, peringatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan nilai kepahlawanan dan nasionalisme bagi para pemuda. Peringatan berjalan dengan khidmat. “Sebutan bagi Tumpak Sewu ini adalah Niagara-nya Indonesia. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati HUT ke-75 Polri, nilai kepahlawanan dan nasionalisme harus terus digelorakan untuk para pemuda,”
Meski demikian, kendala dan rintangan tetap ada. Namun, hal tersebut tidak membuat peringatan tersendat. Pihaknya sudah menyiapkan semuanya dengan baik. “Kami dibantu oleh TNI dan para profesional. Banyak hambatan dan kendala karena faktor alam. Tekanan angin dan air sangat memengaruhi pengibaran. Selain itu, semak dan kontur tebing yang banyak celahnya menyulitkan manuver pengibaran bendera merah putih,” jelasnya.
Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan Editor : Safitri