Indra Wibowo Leksana, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, menyatakan bahwa hal tersebut merupakan dampak cuaca ekstrem. “Cuaca ekstrem ini ranahnya BMKG. Tetapi, kami tetap mengantisipasi dan meminimalisir dampak yang terjadi akibat perubahan iklim dan cuaca beberapa hari terkhir,” katanya.
Memang dampaknya masih terbilang kecil. Namun, sejumlah kawasan terdampak menyita perhatian masyarakat. Misalnya, hujan deras beberapa jam yang mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa titik.
BACA JUGA : Terkendala Cuaca, Tak Semua Pesawat Ikut Air Show di Bandara Notohadinegoro
“Dampaknya terjadi longsor di beberapa titik seperti di Tamanayu, Pronojiwo, dan Tempursari. Meski tidak parah, kejadian ini menyita perhatian. Sehingga, kami langsung menuju lokasi untuk lakukan pembersihan di sekitar longsoran. Selain longsor, air juga naik hingga ke daratan di daerah pesisir selatan,” jelasnya.
Selain itu, sambungan air bersih di Tempursari juga rusak. Akibatnya, kebutuhan air sempat tersendat. Sementara itu, jalan jembatan yang tergerus juga langsung ditangani. “Juga ada saluran air warga di Desa Kaliuling, Tempursari, yang putus. Kami langsung turun ke lapangan untuk memperbaiki. Sedangkan jalan jembatan, mendapat penanganan darurat berupa pemberian pasir dan batu,” tambahnya.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat mewaspadai cuaca yang tidak menentu. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di dataran tinggi. Sebab, beberapa longsor dan hujan lebat terjadi di kawasan tersebut. “Utamanya, yang tinggal di perbukitan untuk lebih waspada. Kami mengimbau di kawasan itu ditanami tanaman keras. Diusahakan tidak menanam tanaman seperti pisang atau kopi. Dengan begitu, bisa menahan air dan tanah agar tidak terjadi longsor,” imbaunya.
Masyarakat juga harus meningkatkan kesiapsiagaan melalui siskamling. “RT dan RW juga harus mengimbau para warga untuk melakukan poskamling tentang kesiapsiagaan dan kebencanaan. Khawatir bencana terjadi di malam hari saat banyak orang terlelap. Sehingga, mereka yang piket siskamling bisa membantu memberitahu jika terjadi bencana,” pungkasnya.
Jurnalis : mg2
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Radar Digital