Para prajurit itu menguji kemampuan kombinasi alutsista paling baru yang dimiliki Indonesia. Yaitu mistral dan star streak. Sebuah senjata unggulan yang mampu menembak musuh dengan jarak efektif yang cukup panjang, sekitar 7 sampai 9 kilometer. Bahkan, jarak pantau radar juga telah mencapai radius ratusan kilometer.
Diawali dengan simulasi dua pesawat tempur musuh jenis Super Tocano terbang memasuki wilayah NKRI sekitar pukul 08.30. Tidak lama, radar Shikra milik TNI yang mampu mendeteksi hingga radius 250 kilometer itu langsung menemukan dua pesawat tersebut. Sehingga dilakukan penembakan menggunakan meriam hingga rudal.
Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Anto Mukti Putranto mengatakan, setiap tahun kemampuan dan profesionalisme prajurit semakin meningkat. Bahkan, latihan tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Sebab, saat ini kelebihannya diintegrasikan dengan TNI AU dengan mengemas komponen senjata semuanya dijadikan satu.
“Ini dapat memberikan gambaran kepada seluruh prajurit mengenai makna menggunakan senjata kaliber kecil hingga besar sampai mistral. Sebab, pertahanan untuk keamanan itu penting. Jika udara tidak mampu, maka darat akan mengaver kekurangan itu. Ini secara bertahap akan terus ditingkatkan daya jangkaunya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati ketika di lokasi mengaku takjub dengan latihan prajurit TNI tersebut. Saking takjubnya, Bunda Indah turut mengikuti latihan bersama prajurit. Setelah melihat beberapa kali tembakan meriam, dirinya langsung menjajal beberapa tembakan.
“Ini merupakan latihan yang sangat luar biasa. Para prajurit memperlihatkan profesionalitas dan kegigihannya dalam mempertahankan NKRI. Untuk itu, harapan mewujudkan military tourism bisa segera terwujud. Tahun depan kami sudah menyiapkan untuk tribune dan koordinasi dengan kementerian dan TNI,” pungkasnya.
Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan Editor : Safitri