Sesuai perkiraan, ajang bergengsi tersebut bakal digelar pertengahan tahun selama dua bulan. Rata-rata sebagian besar venue sudah mulai melakukan tahap pembangunan. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang sudah beres. Misalnya arena lintasan sepatu roda dan sirkuit BMX.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lumajang Heri Santoso mengatakan, tidak semua pertandingan 12 cabor menggunakan venue dan fasilitas milik pemerintah. Ada beberapa venue milik swasta yang juga bakal dipakai. Sebab, pertandingan cabor membutuhkan tempat yang representatif.
“Sepak takraw, kemudian ada juga paralayang itu bukan milik Pemkab Lumajang. Ada juga katanya yang akan pakai Gunung Wayang, dan lainnya. Selain urusan venue, kami terus melakukan koordinasi untuk melengkapi fasilitas pendukung lainnya. Supaya semuanya sukses,” ucapnya.
Sementara, untuk pembangunan Stadion Semeru memang masih dalam perencanaan. Dipastikan tahun ini bakal dibangun. Saat ini masih dilakukan perhitungan kebutuhan dan ketersediaan anggaran. Sebab, sebagian besar anggaran mengalami refocusing cukup besar untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi.
Sementara itu, Plt Kepala Dispora Lumajang Nugraha Yudha menjelaskan, total anggaran untuk perbaikan stadion belum pasti. Pihaknya masih melakukan koordinasi mana-mana anggaran yang bisa dikepras. “Perbaikannya tahun ini untuk dipasangi lampu dan lainnya,” pungkasnya.
Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan Editor : Safitri