Curigai Benda Pusaka dari Replika

Safitri • Dipublikasikan Sabtu, 6 Maret 2021 | 17:40 WIB
RAWAN REPLIKASI: Kepala Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian Didik Nurhandoko saat menunjukkan puluhan benda pusaka dugaan barang purbakala yang tersimpan di kantor desa itu rawan replikasi. Sebab, terbuat dari kuningan.
RAWAN REPLIKASI: Kepala Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian Didik Nurhandoko saat menunjukkan puluhan benda pusaka dugaan barang purbakala yang tersimpan di kantor desa itu rawan replikasi. Sebab, terbuat dari kuningan.
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - Penemuan puluhan benda pusaka yang terbuat dari kuningan di Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian beberapa waktu lalu terus di uji. Banyak para ahli purbakala mencurigai pusaka-pusaka tersebut merupakan benda yang mudah direplikasi.

Diakui, setelah muncul pusaka itu tidak sedikit masyarakat Lumajang hingga para ahli barang purbakala penasaran dan langsung mendatangi kantor desa setempat. Mereka mulai menguji keaslian barang tersebut apakah benar purbakal atau bukan.

Mansur Hidayat salah satu ahli sejarah Lumajang mengatakan, setelah melihat dengan seksama dan detail bentuk serta ukiran setiap pusaka, dia mencurigai barang-barang itu bukan benda purbakala. Sebab, sekalipun beberapa benda bertuliskan aksara jawa tetapi pembuatannya seperti baru dilakukan. “Menurut pengamatan saya, belum jelas apa itu benda purbakala,” ucapnya.

Sementara itu, Staf Tenaga Teknis Arkeologi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lumajang Aries Purwantiny mengatakan, laporan mengenai penemuan benda purbakala itu memang sudah masuk. Saat ini sedang dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai keaslian benda pusaka tersebut.

Tetapi biasanya, bahan-bahan pembuatan barang purbakala memiliki ciri khas tersendiri. Sangat halus dan memiliki sesuatu yang unik. Sebab, orang jaman dahulu ketika membuat benda pusaka tidak sembarangan. “Kalau benda purbakala memiliki ciri yang sangat jelas. Beda dengan pembuatan barang baru,” jelasnya.

Menurutnya, tujuan pembuatan benda-benda pusaka yang asli tujuannya untuk prestise atau keamanan pemiliknya. Bahkan bisa jadi pemakaiannya untuk jimat atau digunakan sebagai pelindung diri. “Tetapi kalau bahan pembuatannya dari kuningan dan tidak halus, itu memang rawan direplikasi,” pungkasnya.

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri