Setidaknya, ada sekitar 32 benda yang ditemukan. Mulai ukuran kecil, sedang, hingga besar. Pusakanya berbentuk cemeti, keris, lonceng, mustika telur ayam, dan beberapa lainnya. Rata-rata dugaan artefak itu terbuat dari kuningan dan bertuliskan aksara Jawa. Belum diketahui pasti, apakah benar barang itu peninggalan purbakala.
Mulanya Rehan, Aldo, serta Sholeh sedang asyik bermain. Tiba-tiba ketiganya menemukan pusaka itu tidak jauh dari rumahnya. Puluhan barang itu sempat disimpan beberapa hari. Setelahnya anak-anak itu mengaku mengalami mimpi-mimpi yang cukup aneh. Akhirnya, barang itu dilaporkan dan diserahkan ke kantor desa.
“Setelah menemukan barang pusaka itu, anak saya mengalami mimpi yang aneh-aneh. Di bawa beberapa orang ke pantai selatan. Saya kan jadi khawatir, makanya saya serahkan ke desa,” ucap Sumardi, ayah Sholeh.
Kepala Desa Selok Awar-Awar Didik Nurhandoko mengatakan, belum mengetahui pasti barang tersebut benar peninggalan purbakala atau bukan. Sebab, belum diteliti secara detail. Pihaknya melakukan konsultasi ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lumajang untuk memastikan keaslian benda pusaka itu.
Penemuan ini memang cukup mengejutkan. Sebab, kesaksian penemu tersebut mengalami kejadian-kejadian janggal. “Sepengetahuan saya, barang pusaka yang terbuat dari kuningan memang rawan direplikasi. Tetapi, saya belum tahu persis kebenarannya,” ujarnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, penemuan dugaan barang pusaka di dua titik dalam satu lokasi dekat kantor desa. Letaknya persis di sebelah bangunan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) warga setempat yang baru dibangun tahun 2014.
Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri