Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Lumajang-Jember Mahrus Syamsul menyatakan, belum ada kejelasan terkait adanya AN untuk murid SMA dan SMK. “Kabarnya akan diundur pelaksanaannya. Tidak bulan Maret,” ucapnya. Sehingga tidak ada peran khusus yang dilakukan dinas terhadap sekolah.
Segala kegiatan yang memengaruhi AN, kata dia, akan dikembalikan kepada sekolah masing-masing. Utamanya terkait indikator penilaian. Tidak hanya itu, bagi sekolah yang memberi pelajaran, bisa memberikan latihan kepada murid dengan soal-soal yang ada di internet. Karenanya, pembelajaran dalam jaringan bisa dan diperbolehkan.
Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Ilyan mengatakan, memang AN kabarnya akan diundurkan. Paling lama Oktober. Padahal awalnya akan diadakan Maret. “Keputusannya dari kementerian langsung. Jadi, pihak daerah hanya mengikuti instruksi menteri,” ucapnya.
Dia mengakui, semua kegiatan dan penilaian siswa sepenuhnya dikembalikan pada sekolah masing-masing. Terkait tryout yang seharusnya digelar sebelum AN, menurutnya, bisa digelar secara fleksibel. Bisa menggunakan contoh soal yang ada di internet. “Pelaksanaannya tergantung sekolah. Ada yang daring, ada yang tatap muka,” pungkasnya. Editor : Safitri