Munculnya lahar panas Gunung Semeru kemarin berbeda dengan sebelumnya. Lahar panas yang dimuntahkan terjadi pada sore hari. Sehingga warga yang mengetahui kondisi tersebut langsung bergegas meninggalkan rumahnya masing-masing. Sebab, abu lahar panas langsung terlihat.
Tercatat, Gunung Semeru memuntahkan lahar panas dengan jangkauan cukup jauh sudah terjadi dua kali. Pertama pada tanggal 1 Desember dan kedua 23 Desember. Gambar video yang berdurasi hitungan detik langsung tersebar di sosial media. “Kejadiannya kemarin berdampak ke masyarakat, yakni abunya yang mengganggu pernapasan,” ucap Wawan Hadi Siswo, Kabid Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Lumajang.
Dia juga menyatakan, erupsi yang terjadi kemarin terekam di seismogram Pos Pantau Gunung Semeru dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 1 menit. Awan panas guguran tersebut sangat berbahaya. Sebab, kondisi materialnya masih panas dan pergerakannya menuruni bukit memiliki kecepatan yang berpotensi sulit dihindari oleh manusia.
Wawan, sapaannya, juga mengimbau kepada wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di radius 4 kilometer. Sebab, ancaman lahar panas sewaktu-waktu terjadi. Meski luncuran lava masih sesuai dengan luncuran jalurnya, yakni ke Curah Kobokan, tetapi tidak menutup kemungkinan luncurannya bisa berubah. Mengingat aktivitas Gunung Semeru terus meningkat dan membesar. Editor : Safitri