Lima desa itu memunculkan wisata berbasis desa. Mereka berharap ada desa wisata yang bisa dinikmati warga Lumajang. Seperti di Desa Penanggal, Candipuro. Amin, sekretaris desa setempat, mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19, pihaknya meningkatkan infrastruktur dan pelayanan objek wisata yang tengah dikelola desa.
Termasuk mendorong munculnya objek wisata lain untuk dijadikan rangkaian paket wisata desa. “Ada Pemandian Tirtosari, yang menyediakan paket wisata, dan sekarang ini masih kami godok bagaimana caranya supaya bisa nyambung dengan wisata lainnya yang ada di desa. Korona ini membawa berkah sekaligus menjadi kesempatan bagi kami untuk menyiapkan wisata terbaik,” katanya.
Sekarang ke Desa Pandansari. Sekretaris Desa Pandansari, Kedungjajang, Usmantoro mengatakan, lantaran makin banyak pengunjung yang mandi di sumber air di desa, pihaknya memenuhi sejumlah infrastruktur. Sehingga bisa menjadi wisata desa. “Baru diresmikan tiga minggu. Kami masih melakukan penataan. Kami sudah membangun gazebo. Rencananya, juga akan menambah fasilitas lainnya,” ucapnya.
Kasi Promosi dan Kerja Sama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lumajang Joni Hidayat mengatakan, munculnya beberapa destinasi wisata yang baru tersebut merupakan hak para pelaku wisata. Tetapi, dengan semakin banyaknya lokasi wisata, para pengelola itu harus lebih jeli menangkap potensi yang dimilikinya.
“Tapi ingat, selama penanganan korona, pemenuhan protokol kesehatan harus disiapkan. Sambil mulai memetakan mana saja yang bisa menjadi daya tarik pengunjung agar bisa betah berlama-lama dan ketagihan datang kembali,” pungkasnya. Editor : Safitri