Kabid Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswo menyampaikan, potensi adanya cuaca ekstrem sangat tinggi. Sebab, disertai adanya imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi tersebut disebabkan fenomena aktivitas La Nina. Yakni anomali iklim yang tidak biasa. “Hampir semua wilayah berpotensi adanya peningkatan intensitas hujan,” ucapnya.
Bencana yang paling rentan terjadi ketika cuaca mengalami anomali tinggi adalah angin puting beliung. Apalagi angin tersebut disertai hujan yang lebat. Dengan intensitas hujan yang naik, sangat berpotensi merembet ke bencana lain seperti banjir dan longsor.
Wawan menjelaskan, La Nina yang terjadi di Samudra Pasifik membuat uap air naik. Sehingga mengakibatkan curah hujan fluktuatif atau naik turun. Fenomena tersebut bisa memicu adanya awan cumulonimbus (CB).
Menurutnya, potensi bencana yang ada di Kabupaten Lumajang telah terpetakan dengan cukup baik. “Setiap daerah yang berpotensi longsor dan banjir telah terpantau dengan baik. Setiap titik potensi bencana telah ada relawan yang 24 jam akan memberi informasi kepada petugas,” tukasnya. Editor : Safitri