Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kini, Pantai Wotdrajit Dibuka Tiap Hari

Safitri • Selasa, 11 Agustus 2020 | 00:59 WIB
MULAI DIPERMAK: Destinasi wisata Pantai Mbah Drajid di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang kini terus disiapkan untuk dibuka setiap hari. Beragam fasilitas insfrastuktur jalan dibenahi, serta di beberapa titik ditambahi spot foto men
MULAI DIPERMAK: Destinasi wisata Pantai Mbah Drajid di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang kini terus disiapkan untuk dibuka setiap hari. Beragam fasilitas insfrastuktur jalan dibenahi, serta di beberapa titik ditambahi spot foto men
LUAMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pantai Mbah Drajid memang bukan tempat wisata baru. Kawasan ini sempat dibuka pada momen Idul Fitri lalu, namun hanya selama tujuh hari. Nah, kini tempat wisata yang berada di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang itu mulai berbenah demi menyambut wisatawan yang bisa datang tiap hari.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, Kabupaten Lumajang kaya dengan destinasi wisata pantai. Salah satu wisata pantai yang makin diminati adalah Pantai Mbah Drajid yang memiliki pemandangan alam tak kalah keren. Pengunjung bisa menyaksikan langsung matahari terbit dan tenggelam.

Sebelumnya, wisata ini hanya ramai sekali dalam setahun. Biasanya seluruh masyarakat kawasan selatan datang berbondong-bondong bersama sanak famili.

Namun sekarang, bangunan infrastuktur makin lengkap. Mulai kamar mandi, kamar ganti hingga tempat-tempat istirahat. Begitu pula dengan pembangunan akses jalan dari pintu masuk hingga bibir pantai. Banyak spot foto menarik yang mulai terpasang di beberapa titik.

Tak heran jika wisata ini sangat cocok dijadikan lokasi berlibur santai bersama keluarga, kerabat maupun kolega. Suasananya sangat mendukung untuk menikmati semilir angin. Apalagi pemandangan sepanjang bibir pantai begitu teduh. Ditambah lagi halusnya pasir hitam di sepanjang pantai. Ya, kawasan ini memang terkenal dengan pasir besi yang mengandung mineral tambang bermutu tinggi.

Namun, tempat ini tidak disarankan bagi pengunjung untuk mandi dan bermain air. Sebab, ombak pantai itu cukup besar serta berlapis-lapis, layaknya berkejaran untuk saling mendahului.

Untuk sampai ke sana tak sulit kok. Dari pusat kota, hanya butuh waktu sekitar satu jam. Jalannya tergolong sangat baik hingga sampai di lokasi Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Tenang saja, pengunjung bisa menempuh dengan menggunakan roda dua maupun roda empat. Editor : Safitri
#Wisata