Sama dengan rapat paripurna sebelum-sebelumnya, baik pembacaan Pandangan Umum (PU) hingga PA hanya satu fraksi saja yang mewakili. Paripurna kali ini giliran Fraksi Demokrat. Melalui juru bicaranya, H Idris Marzuqi, Demokrat memperhatikan masih banyaknya sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) yang belum maksimal.
Idris menjelaskan, ringkasan realisasi APBD 2019 masih menyisakan sekitar Rp 88 Milliar. Jumlah tersebut mengindikasikan pemerintah masih lemah menemukan cara efektif untuk memaksimalkan sumber daya anggaran untuk pembangunan daerah. “Jika dilihat dari aspek perencanaan, dapat diartikan masih banyak kegiatan yang seharusnya bisa dilaksanakan namun tertunda atau bahkan tidak dapat dilaksanakan,” ujarnya.
Menurutnya ada beberapa catatan yang perlu dituntaskan pemerintah agar anggaran bisa maksimal. Pertama, harus dilakukan evaluasi terhadap besarnya anggaran yang tersisa. Terutama dalam mendata jumlah pegawai dan klasifikasinya. Serta menghitung nilai secara total kebutuhan belanja gaji pegawai. Harapannya pada tahun anggaran selanjutnya, SILPA bisa lebih diminimalisir.
Kedua, perencanaan anggaran di tiap OPD, agar diperbaiki dan diperkuat dari segi perioritas kebutuhan dan perhitungan teknisnya. Termasuk memetakan risiko yang spesifik pada kejadian-kejadian yang terindikasi keliru dalam melaksanakan administrasi dan pengelolaan anggaran sebelum diaudit.
Editor : Safitri