Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Eksotisme Gunung Wayang yang Bikin Terpana

Radar Digital • Senin, 20 Juli 2020 | 13:50 WIB
TERHAMPAR KEINDAHAN: Pemandangan alam yang terhampar begitu indah ketika dilihat dari puncak Gunung Wayang, dapat dinikmati oleh para penunjung dengan mendirikan tenda. Tak hanya keindahan laut pantai selatan, namun juga bisa menyaksikan puncak Mahameru.
TERHAMPAR KEINDAHAN: Pemandangan alam yang terhampar begitu indah ketika dilihat dari puncak Gunung Wayang, dapat dinikmati oleh para penunjung dengan mendirikan tenda. Tak hanya keindahan laut pantai selatan, namun juga bisa menyaksikan puncak Mahameru.
SUMBERWULUH.RADARJEMBER.ID – Diam-diam, salah satu spot di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro ternyata menyimpan sebuah kawasan wisata yang bakal membuat pengunjungnya betah berada di sana. Lokasinya termasuk dalam jalur pendakian, dan bisa digunakan sebagai camping ground sembari menikmati pemandangan spektakuler dari ketinggian 987 mdpl. Inilah deskripsi Gunung Wayang.
Perlahan-lahan destinasi wisata di Gunung Wayang mulai terbentuk. Sebagai wisata alam andalan Lumajang sudah mulai terlihat potensinya. Sebab, beragam keindahan satu per satu mulai tampak. Sejumlah fasilitas juga mulai terlihat.
Sejatinya, mereka yang gemar berpetualang dan mendaku gunung tentu tak asing dengan destinasi wisata Gunung Wayang. Sejak dikelola pihak desa, sejumlah fasilitas terus dilengkapi. Terutama di sepanjang perjalanan menuju puncak gunung. Mulai dari tempat istirahat di beberapa titik hingga memenuhi puncak dengan fasilitas untuk ber-selfie. Terdapat pula spot foto seperti perahu layang, sapu terbang, pintu langit, sepeda terbang serta Bingkai Love.

Photo
Photo

Tak hanya itu, kawasan wisata Gunung Wayang juga menyediakan lokasi camping ground, sehingga pengunjung bisa bermalam menikmati panorama pemandangan alam berlatar Gunung Semeru dan lautan pantai selatan. Termasuk bisa menyaksikan langsung matahari terbit dan tenggelam.
Kawasan ini hampir selalu dipadati pengunjung, terutama pada akhir pekan. Tak sedikit pengunjung yang memutuskan bermalam di wisata tersebut. Ada yang sengaja datang dengan membawa tenda dan bekal sendiri sendiri, Ada juga yang menyewa tenda di tempat tersebut dan menikmati hari hingga pagi.
Jangan khawatir kelaparan ketika beriwisata di tempat ini. Sebab, di sana tersedia menu kuliner Rujak Otek Bung Nanap yang mantap. Selain itu terdapat juga kesenian Karawitan Laras Pambayun, sebagai pelengkap wisata yang disediakan.
Wisata ini makin ramai karena merupakan tempat latihan olahraga paralayang, untuk persiapan Porprov ke VII yang akan dilaksanakan di Lumajang. Rencananya juga akan dilengkapi fasilitas pendukung Paralayang. Mulai tempat untuk take off hingga landing.
Untuk menuju ke sana, pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Kira-kira satu jam perjalanan dari pusat perkotaan ke wisata tersebut. Sedangkan dari pintu masuk hingga ke puncak hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 20 menit. (kl) Editor : Radar Digital