Kondisi ini juga terjadi di Lumajang. Dayat salah satu pelapak batu akik di pasaran klojen Lumajang mengakui nilai batu akik meredup. Memang nilai yang dimaksud bukan batu istimewa yang melejit pada 2014 silam, melainkan batu akik biasa.
Lelaki 60 tahun yang mangkal di jalan Slamet Riyadi, Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang ini mengaku sudah puluhan tahun berbisnis batu akik di pasaran. Saat ini, dia betul-betul merasakan menurunnya peminat.
Padahal Dayat sempat kelimpahan pembeli saat fenomena batu akik masih ngetren di 2014 silam. Sekarang, pembelinya menurun. Mereka yang datang dan berminat bisa dihitung dengan jari. “Padahal dulu waktu lagi musimnya sampai tidak terhitung,” katanya.
Ada banyak pembeli dan pengunjung yang datang ke tempatnya. "Dulu pembeli bukan cuma dari Lumajang saja. Tapi juga dari luar kota seperti Probolinggo, Malang dan Surabaya,” ujarnya.
Pedagang batu akik asal Jatiroto ini menyebutkan, harga batu akik sekarang yang dia miliki hanya berkisar ratusan ribu. Tidak seperti 2014 silam yang harganya bisa tembus jutaan. "Kalau sekarang harganya ratusan ribuan," ungkapnya.
Didik Kemas, salah satu pecinta batu memang menilai ada pergeseran. Dia menyebtukan sudah banyak yang beralih pada batu jenis pirus. “saya gak punya kalau batu akik, saya mainnya pirus,” pungkasnya.
Fotografer : M Khoirul Umam
Reporter : M Khoirul Umam
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri