Dinas Pariwisata Lumajang melakukan acara adat yakni Ruwat Rawat. Acara tersebut dilakukan di pinggir kolam pemandian tersebut. Abdul Wahid Koordinator pengelola Selokambang mengatakan acara ini baru pertama kali digelar.
Dibuka oleh Bupati Lumajang dan jajaran para Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Meski dilakukan acara adat tersebut namun kolam pemandian tetap dibuka seperti biasanya. “Pengunjung pada hari biasa adalah kurang dari 500 pengunjung. Di akhir pekan bisa lebih dari 1000 pengunjung,” jelasnya.
Yuli Anisa Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Lumajang menyatakan hal yang sama. Bahwa acara tersebut dikhususkan untuk menghormati Selokambang sebagai destinasi wisata yang unggulan di Lumajang.
Di sisi lain juga menghormati tragedi meninggalnya korban tenggelam. Dia mengatakan bahwa kolam renang tersebut sudah ada pemberitahuan tentang kedalaman kolam. Namun keterangan tersebut tidak besar. “Keterangan kedalaman ada, tetapi tidak besar,” ucapnya. Untuk itu, papan peringatan akan diperbesar dipasang di pinggir kolam. Editor : Radar Digital