Cegah Cedera Lutut dan Tumit Saat Berlari, Dokter RSCM Bondowoso Ingatkan Pentingnya Warming Up

Faqih Humaini • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:53 WIB
"Pemanasan bertujuan mempersiapkan jantung, pernapasan, otot, dan sendi. Bisa dimulai dengan jalan cepat atau jogging selama lima sampai sepuluh menit, kemudian dilanjutkan peregangan dinamis."
dr. RUDY DEWANTARA LIMANTO, Dokter Spesialis Ortopedi RSCM Bondowoso. (RS CAHYA MEDIKA)
"Pemanasan bertujuan mempersiapkan jantung, pernapasan, otot, dan sendi. Bisa dimulai dengan jalan cepat atau jogging selama lima sampai sepuluh menit, kemudian dilanjutkan peregangan dinamis." dr. RUDY DEWANTARA LIMANTO, Dokter Spesialis Ortopedi RSCM Bondowoso. (RS CAHYA MEDIKA)

Radar Jember – Lari menjadi pilihan masyarakat untuk menjaga kebugaran karena praktis dan mudah dilakukan.

Namun, tanpa persiapan yang tepat, olahraga ini berisiko menimbulkan cedera pada lutut, tulang kering, hingga tumit. Karena itu, pelari perlu memahami kemampuan tubuh dan tidak asal mengejar jarak maupun kecepatan.

Dokter Spesialis Ortopedi RS Cahya Medika, Bataan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, dr. Rudy Dewantara Limanto, Sp.OT, menjelaskan pentingnya pemanasan sebelum berlari.

Baca Juga: Penyebab Pingsan Saat Olahraga: Dosen FK Unej Ingatkan Bahaya Begadang dan Hipotensi

"Pemanasan bertujuan mempersiapkan jantung, pernapasan, otot, dan sendi. Bisa dimulai dengan jalan cepat atau jogging selama lima sampai sepuluh menit, kemudian dilanjutkan peregangan dinamis," jelasnya.

Cedera yang kerap dialami pelari pemula antara lain runner's knee atau nyeri lutut, shin splints atau nyeri tulang kering, iliotibial band syndrome (ITBS), serta plantar fasciitis yang menyebabkan nyeri tumit.

Pemicu utamanya dapat berupa teknik berlari yang kurang tepat, sepatu yang tidak sesuai, peningkatan intensitas latihan terlalu cepat, serta kurangnya istirahat dan penguatan otot.

Menurut dr. Rudy, pencegahan cedera harus dilakukan melalui latihan bertahap, pemenuhan nutrisi, dan pemulihan yang cukup. Pelari juga perlu melakukan latihan penguatan otot serta memilih sepatu yang sesuai.

"Pencegahan terbaik adalah meningkatkan latihan secara bertahap, menjaga istirahat dan nutrisi, serta melakukan latihan penguatan khusus untuk lari," paparnya.

Baca Juga: Wortel Bukan Penyembuh Rabun, Dokter Mata RSU Unmuh Jember Luruskan Mitos Viral

Meski memiliki risiko cedera, lari bermanfaat meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes, serta memperbaiki suasana hati.

Bagi pemula, dr. Rudy menyarankan latihan berdasarkan durasi, bukan jarak. Latihan bisa dimulai dengan berjalan selama 30 menit, kemudian dilanjutkan metode run-walk, yakni berlari satu menit dan berjalan satu menit secara bergantian.

"Pemula harus memahami kemampuan tubuhnya sendiri. Tidak perlu berlari setiap hari, tetapi belajar konsisten, misalnya tiga kali seminggu," ujarnya.

Pelari juga harus mengenali tanda bahaya saat berolahraga. Rasa tidak nyaman di dada, sesak napas, pusing, atau tubuh mendadak lemas menjadi alasan untuk segera berhenti.

Masyarakat dengan riwayat penyakit jantung, gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi, maupun obesitas sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai latihan. Pemeriksaan dapat meliputi tekanan darah, laboratorium darah, dan rekam jantung sesuai kebutuhan.

dr. Rudy sendiri memiliki pengalaman panjang dalam olahraga. Pada usia 44 tahun, ia pernah menekuni basket dan tinju, bahkan memenangi tiga pertandingan tinju yang diikutinya.

Sejak akhir Januari 2026, ia mulai berlatih lari dengan pendampingan pelatih dari Jakarta. Pada Oktober 2026, ia berhasil menuntaskan half marathon di Surabaya sejauh 21,1 kilometer dengan catatan waktu 1 jam 54 menit 53 detik.

Baca Juga: Cegah Rabun Jauh pada Anak, Dokter RSU Unmuh Jember Ingatkan Ortu Batasi Screen Time

Setelah beroperasional selama kurang lebih 3 tahun, RS Cahya Medika di Bataan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, juga akan segera menerima layanan BPJS Kesehatan.

Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat di Bumi Ki Ronggo untuk mendapatkan akses yang lebih prima.

Di tengah meningkatnya minat terhadap olahraga lari, persiapan dan latihan yang tepat menjadi kunci agar manfaat kesehatan tidak berujung pada cedera. (faq/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
tips berlari running RSCM Bondowoso tips ampuh