Wortel Bukan Penyembuh Rabun, Dokter Mata RSU Unmuh Jember Luruskan Mitos Viral

M Adhi Surya • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:15 WIB
“Vitamin A memang penting untuk kesehatan mata, tetapi tidak bisa menyembuhkan gangguan mata yang sudah terjadi.”
dr ANNISA KINANTI ASTI SpM, Dokter Mata RSU Unmuh Jember. (UNMUH JEMBER)
“Vitamin A memang penting untuk kesehatan mata, tetapi tidak bisa menyembuhkan gangguan mata yang sudah terjadi.” dr ANNISA KINANTI ASTI SpM, Dokter Mata RSU Unmuh Jember. (UNMUH JEMBER)

Radar Jember – Mitos wortel bisa membuat penglihatan sangat tajam, bahkan membantu melihat dalam gelap, ramai diperbincangkan di media sosial.

Anggapan tersebut kembali mencuat seiring viralnya cerita tentang propaganda Angkatan Udara Kerajaan Inggris atau Royal Air Force (RAF) pada era Perang Dunia II sekitar 1940-an.

Disebutkan dalam sejumlah catatan sejarah, RAF mempromosikan wortel sebagai alasan pilot Inggris mampu mendeteksi pesawat musuh pada malam hari.

Narasi tersebut dikaitkan dengan upaya menyamarkan penggunaan teknologi radar yang membantu mereka menemukan pesawat lawan.

Baca Juga: Cegah Rabun Jauh pada Anak, Dokter RSU Unmuh Jember Ingatkan Ortu Batasi Screen Time

Meski cerita itu turut membentuk anggapan bahwa wortel membuat penglihatan lebih tajam, manfaat sayuran tersebut bagi mata sebenarnya berkaitan dengan kandungan nutrisinya.

Dokter Mata RSU Unmuh Jember dr. Annisa Kinanti Asti Sp M menjelaskan, wortel memang memiliki manfaat bagi kesehatan mata.

Sayuran berwarna oranye itu mengandung beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A.

Nutrisi tersebut berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan normal, terutama ketika berada di tempat dengan pencahayaan rendah.

Meski begitu, manfaat wortel tidak bisa dimaknai secara berlebihan. Konsumsi wortel bukan berarti seseorang otomatis memiliki penglihatan lebih tajam atau mampu melihat dalam gelap.

Baca Juga: Balita Rentan Tertular Influenza A, Dokter RSU Unmuh Jember Minta Orang Tua Waspada

Vitamin A membantu menjaga fungsi normal mata, tetapi tidak dapat menghilangkan gangguan refraksi seperti rabun jauh maupun rabun dekat yang membutuhkan koreksi sesuai hasil pemeriksaan.

“Vitamin A memang penting untuk kesehatan mata, tetapi tidak bisa menyembuhkan gangguan mata yang sudah terjadi,” jelas dr Annisa.

Selain vitamin A, asupan gizi seimbang juga diperlukan untuk menunjang kesehatan mata. Omega-3, misalnya, berperan dalam mendukung kesehatan permukaan mata dan dapat membantu mengurangi gejala mata kering pada kondisi tertentu.

Karena itu, menjaga penglihatan tidak cukup hanya mengandalkan satu jenis makanan. Variasi sumber nutrisi tetap diperlukan agar kebutuhan tubuh terpenuhi.

Di sisi lain, kebiasaan sehari-hari turut memengaruhi kondisi mata. Penggunaan ponsel, tablet, dan komputer dalam waktu lama dapat memicu mata lelah, terlebih jika dilakukan tanpa jeda.

Saat menatap layar, seseorang cenderung lebih jarang berkedip sehingga mata terasa kering atau tidak nyaman. Kebiasaan ini perlu diimbangi dengan pengaturan durasi penggunaan layar dan istirahat secara berkala.

Baca Juga: Diagnosis Influenza Tipe A di Jember Sulit Dideteksi, Pasien Kerap Tolak Swab

Tak kalah penting, Annisa mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak menunda pemeriksaan ketika mulai mengalami penglihatan kabur, terlebih jika memiliki riwayat keluarga dengan rabun jauh.

Pemeriksaan sejak dini pada anak-anak juga diperlukan untuk mendeteksi gangguan penglihatan, termasuk ambliopia atau mata malas.

Dengan demikian, wortel tetap layak menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi bukan penyembuh rabun. Menjaga kesehatan mata perlu dilakukan melalui asupan gizi seimbang, kebiasaan menggunakan layar secara bijak, dan pemeriksaan berkala. (dhi/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
wortel semuhkan rabun Unmuh Jember mitos kesehatan mata