Radar Jember – Menatap layar ponsel, tablet, laptop, hingga komputer sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Namun, kebiasaan berjam-jam di depan layar tanpa jeda ternyata bisa menjadi ancaman bagi kesehatan mata, terutama pada anak-anak.
Dokter Mata RSU Unmuh Jember dr Annisa Kinanti Asti SpM, mengatakan paparan layar memang sulit dihindari di tengah perkembangan teknologi. Persoalannya, durasi penggunaan yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan, salah satunya miopia atau rabun jauh.
“Paparan dari layar setiap hari tidak bisa dihindari di era teknologi seperti saat ini, apalagi pada usia dini. Angka kejadian miopia atau rabun jauh pada anak-anak sudah sangat banyak,” jelas dr. Annisa.
Baca Juga: Balita Rentan Tertular Influenza A, Dokter RSU Unmuh Jember Minta Orang Tua Waspada
Selain berpotensi memicu gangguan penglihatan, terlalu lama menatap layar juga membuat mata cepat lelah. Saat berkonsentrasi, seseorang cenderung lebih jarang berkedip.
Dalam waktu bersamaan, otot mata dipaksa mempertahankan fokus pada jarak yang sama dalam durasi panjang. Untuk mengurangi keluhan tersebut, Annisa menyarankan masyarakat menerapkan visual hygiene, salah satunya dengan prinsip rule of twenty.
Setiap 20 menit menatap layar, mata perlu dialihkan untuk melihat objek sejauh sekitar 20 feet atau enam meter selama 20 detik. Kebiasaan sederhana itu sebaiknya dilakukan sebelum mata terasa lelah.
Perhatian lebih diperlukan pada anak-anak. Menurut Annisa, screen time perlu dibatasi maksimal sekitar satu jam dalam sehari.
Baca Juga: Diagnosis Influenza Tipe A di Jember Sulit Dideteksi, Pasien Kerap Tolak Swab
Sebab, bola mata masih mengalami pertumbuhan hingga sekitar usia 18 tahun sehingga kebiasaan dan lingkungan visual selama masa tersebut ikut berpengaruh terhadap kesehatan mata.
“Screen time untuk anak-anak harus dibatasi. Maksimal sehari satu jam, karena exposure yang terus-menerus itu tidak bagus,” terangnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga mata tidak cukup hanya mengandalkan makanan seperti wortel. Vitamin A memang penting, tetapi tidak dapat menyembuhkan gangguan mata yang sudah terjadi. Asupan omega-3 juga dapat mendukung kesehatan mata, terutama pada kondisi mata kering.
Masyarakat juga diminta tidak menunda pemeriksaan ketika penglihatan mulai kabur. Penggunaan kacamata sesuai hasil pemeriksaan dapat membantu mengoreksi penglihatan dan mencegah masalah berkembang, terutama pada anak yang berisiko mengalami mata malas atau ambliopia.
Pemeriksaan berkala semakin penting bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan rabun jauh. “Kalau dari anggota keluarga ada yang memiliki riwayat kacamata, akan sangat rentan. Secara bentuk, mata akan lebih lonjong dari orang normal biasanya sehingga berisiko terjadi rabun jauh,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh