Pancaroba Datang, Kasus ISPA di Jember Naik 348 Kasus! Dinkes Imbau Warga Perketat PHBS Individu

M Adhi Surya • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 07:34 WIB
BUKA SALURAN UDARA: Seorang balita mengalami batuk dan memakai terapi nebulizer. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
BUKA SALURAN UDARA: Seorang balita mengalami batuk dan memakai terapi nebulizer. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember — Batuk, pilek, dan gejala flu mulai lebih sering muncul saat pancaroba. Di tengah kondisi itu, Dinas Kesehatan PPKB Jember terus mengingatkan masyarakat untuk memperketat kebiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS).

Langkah sederhana dari masing-masing individu dinilai penting untuk memutus rantai penularan sejak awal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB Jember dr. Rita Wahyuningsih mengatakan, penerapan PHBS perlu dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Bikin Macet Parah Saat Jam Sibuk, Pengendara Minta Rekayasa Lalin Jalan Diponegoro Jember Diubah

Mencuci tangan dengan sabun, menjaga etika saat batuk atau bersin, hingga menggunakan masker ketika sedang sakit menjadi kebiasaan yang perlu diperhatikan.

Apalagi, dalam pemantauan empat pekan terakhir, kasus ISPA di Jember mengalami peningkatan sebanyak 348 kasus.

Meski demikian, kondisi tersebut masih didominasi ISPA ringan berupa batuk dan pilek yang berkaitan dengan faktor pancaroba.

Rita mengatakan, masyarakat yang sedang mengalami batuk, pilek, atau demam juga perlu membatasi aktivitas di luar rumah.

Terutama ketika kondisi tubuh belum pulih. Pada anak-anak, istirahat di rumah sampai sembuh dapat mengurangi risiko penularan saat kembali beraktivitas bersama teman-temannya.

Baca Juga: Dilema Pangan Vs Hunian! Benturan LP2B dan Rumah Subsidi Bikin Tata Ruang Jember Belum Klir

Kebiasaan tersebut juga perlu diterapkan di lingkungan sekolah. Dinkes menggandeng UKS untuk ikut memantau siswa yang mengalami gejala flu maupun demam.

Penggunaan masker bagi yang bergejala, cuci tangan menggunakan sabun, serta menjaga ventilasi ruang kelas agar tetap terbuka menjadi bagian dari pencegahan. Etika batuk juga menjadi hal kecil yang kerap luput diperhatikan.

Menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, kemudian mencuci tangan, dapat membantu mengurangi penyebaran droplet.

Kewaspadaan diperlukan karena penularan penyakit saluran pernapasan bisa berlangsung cepat, terutama pada anak-anak dan lansia.

Selain menjaga kebersihan, kondisi tubuh juga perlu diperhatikan. Konsumsi makanan bergizi, cukup minum, istirahat, dan menjaga kebugaran menjadi bagian dari upaya mempertahankan imunitas.

Jika sakit, masyarakat juga diminta mengonsumsi obat sesuai petunjuk tenaga medis dan tidak sembarangan menggunakan obat.

Baca Juga: Gerak Cepat Selamatkan Diri! Warga Pesisir Gumukmas Jember Padati Titik Kumpul Aman Bencana

Pihaknya memastikan 50 puskesmas tetap siap memberikan pelayanan. Saat ini Jember masih dalam tahap kewaspadaan dini dan belum berstatus siaga maupun KLB.

Rita menegaskan, pencegahan perlu dilakukan bersama agar penularan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

“Status khusus baru dipertimbangkan jika terjadi lonjakan kasus berat lebih dari dua kali lipat secara berturut-turut, keterisian ruang rawat inap anak meningkat, atau ditemukan varian berbahaya sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan,” pungkasnya. (dhi/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
ISPA meningkat Jember Dinkes Jember phbs