Diagnosis Influenza Tipe A di Jember Sulit Dideteksi, Pasien Kerap Tolak Swab

M Adhi Surya • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 06:00 WIB
“Untuk pastinya di Jember data influenza tipe A, saya belum punya data yang pasti. Pasien kerap menolak ketika harus menjalani swab hidung maupun tenggorokan.” dr ALI SHODIKIN, Dokter Spesialis Anak dan Ketua IDI Jember.
“Untuk pastinya di Jember data influenza tipe A, saya belum punya data yang pasti. Pasien kerap menolak ketika harus menjalani swab hidung maupun tenggorokan.” dr ALI SHODIKIN, Dokter Spesialis Anak dan Ketua IDI Jember.

Radar Jember – Memastikan seseorang terinfeksi Influenza A tidak cukup hanya melihat gejalanya.

Keluhan demam, batuk dan pilek yang muncul pada pasien masih memiliki kemiripan dengan flu biasa, kepastian diagnosis membutuhkan pemeriksaan lanjutan melalui sampel dari hidung atau tenggorokan.

Dokter Anak RS Bina Sehat Jember dr M Ali Shodikin SpA mengatakan, sampai saat ini dirinya belum memiliki data pasti mengenai kasus Influenza A di Jember. Sebab, diagnosis tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan keluhan yang dirasakan pasien.

Baca Juga: Bisa Picu Sesak dan Kejang, Ketua IDI Jember Paparkan Tanda Bahaya Influenza A Anak

“Untuk pastinya di Jember data influenza tipe A, saya belum punya data yang pasti. Karena untuk diagnosis pastinya harus dicek swab hidung atau tenggorokan,” katanya.

Persoalannya, pemeriksaan tersebut tidak selalu mudah dilakukan. Salah satu kendalanya justru berasal dari pasien sendiri. Menurut Ali, pasien kerap menolak ketika harus menjalani swab hidung maupun tenggorokan.

Kondisi itu membuat pemeriksaan untuk memastikan jenis virus yang menginfeksi menjadi terbatas. Setelah sampel didapat, pemeriksaan masih berlanjut. Hasil swab dapat diperiksa menggunakan rapid test influenza maupun PCR.

Namun, ketersediaan alat rapid test di fasilitas kesehatan juga menjadi salah satu kendala yang perlu diperhatikan. Sementara pemeriksaan PCR membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal.

Baca Juga: Kasus ISPA Anak di Jember Naik 348 Penderita, Dinkes Pastikan Belum Temukan Influenza Tipe A

Kondisi tersebut membuat upaya memastikan Influenza A tidak selalu berjalan sederhana. Padahal, kepastian jenis infeksi dibutuhkan agar penanganan pasien dapat disesuaikan dengan kondisinya.

Ali menilai kesiapan fasilitas kesehatan juga menjadi bagian penting. Mulai dari tenaga dokter dan tenaga kesehatan lainnya, ketersediaan fasilitas pemeriksaan, obat-obatan hingga perlengkapan laboratorium perlu dipersiapkan untuk menunjang diagnosis.

“Perlu kesiapan SDM dokter dan nakes lainnya, kesiapan fasilitas kesehatan, kesiapan obat dan perlengkapan lab untuk menunjang kepastian diagnosis,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap tenang. Pencegahan penularan tetap dapat dilakukan meski jenis virus belum diketahui secara pasti.

Orang yang sedang flu sebaiknya menggunakan masker, rajin mencuci tangan setelah membuang ingus atau menyentuh hidung dan mulut, serta menjaga asupan makanan bergizi dan cukup protein.

Paparan asap rokok, asap pembakaran, kendaraan, debu dan polusi udara juga perlu dihindari. Istirahat cukup serta aktivitas fisik yang sesuai kondisi tubuh tetap diperlukan.

Jika keluhan semakin berat, maka dianjurkan segera mencari pertolongan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. (dhi)/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
influenza like illnes (ILI) influenza tipe A RS Bina Sehat Jember Swab