Radar Jember – Musim kemarau panjang hingga perubahan suhu udara yang cukup drastis belakangan ini mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Keluhan batuk, pilek, dan demam dilaporkan mengalami peningkatan.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember, dr Ali Shodikin, mengatakan suhu udara yang panas pada siang hari kemudian berubah cukup dingin pada malam hari dapat memengaruhi kondisi tubuh. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.
Menurut Ali yang juga sebagai dokter spesialis anak, suhu udara di bawah 19 derajat Celsius sudah tergolong dingin untuk wilayah Jember.
Kondisi tersebut dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
Baca Juga: Awas Obesitas Picu Kanker Hati Mematikan! Dokter RSBS Jember Beberkan Bahaya Perlemakan Hati
Cuaca dingin, kata dia, dapat memicu rinitis atau pilek. Lendir yang masuk ke saluran pernapasan kemudian dapat merangsang batuk. Jika berlanjut, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi infeksi saluran napas bawah, seperti pneumonia.
“Kasus pilek dan batuk memang terasa lebih sering. Selain itu, alergi dingin seperti bentol-bentol pada kulit juga mulai lebih banyak kami temui,” kata Ali.
Tidak hanya gangguan pernapasan, perubahan suhu juga perlu diwaspadai oleh lansia, terutama mereka yang memiliki riwayat osteoartritis atau pengapuran sendi. Penurunan suhu dapat memicu munculnya keluhan nyeri pada persendian.
Meski demikian, Ali menjelaskan udara dingin tidak secara langsung memperburuk hipertensi maupun gangguan jantung.
Baca Juga: Jangan Cuma Pasrah! Kehadiran Ayah sejak Istri Hamil Ternyata Jadi Vitamin Pertama Anak
Namun, suhu yang terlalu dingin dapat mengganggu kualitas tidur sehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap kondisi kesehatan.
Untuk menjaga tubuh tetap hangat, masyarakat dapat mengonsumsi makanan dan minuman hangat, seperti sup, teh, maupun minuman berbahan jahe.
Sebaliknya, konsumsi makanan terlalu pedas sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mengganggu lambung dan pencernaan, terutama pada anak-anak.
Ali juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami penurunan suhu tubuh hingga di bawah 36 derajat Celsius dan tidak membaik setelah tubuh dihangatkan.
“Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian khusus pada bayi baru lahir karena suhu tubuh yang terlalu rendah dapat memicu gangguan pernapasan maupun irama jantung,” paparnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh