Gencarkan Edukasi Keamanan Pangan MBG, Balai POM di Jember Libatkan Kader Sekolah dan Posyandu

Sidkin • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Sejumlah siswa SMAN 2 Jember membawa ompreng Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Januari lalu. Kini, Balai POM di Jember gencar edukasi keamanan pangan MBG ke sekolah-sekolah. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
Sejumlah siswa SMAN 2 Jember membawa ompreng Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Januari lalu. Kini, Balai POM di Jember gencar edukasi keamanan pangan MBG ke sekolah-sekolah. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

 

SUMBERSARIRadar Jember – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak cukup hanya memastikan makanan bergizi sampai ke meja makan siswa. Keamanan makanan yang dikonsumsi juga menjadi bagian penting agar program tersebut memberikan manfaat.

Oleh karena itu, kader keamanan pangan yang dibentuk Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Jember mulai turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan cara memastikan makanan MBG tetap aman, sehat, dan layak dikonsumsi.

Langkah awal dilakukan di SMAN 2 Jember, beberapa hari lalu. Lebih dari seratus siswa mengikuti Sosialisasi Keamanan Pangan bagi Penerima Manfaat MBG di Aula Ki Hajar Dewantara.

Baca Juga: BGN Buka Kanal Aduan MBG, Sekolah Bisa Mengadu Soal Keluhan dan Kritikan

Sosialiasasi ini disampaikan langsung oleh Kader Keamanan Pangan Sekolah. Para kader sebelumnya telah mendapatkan pembekalan melalui Training of Trainer (ToT), sehingga mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga penggerak yang meneruskan edukasi kepada warga sekolah.

Kepala Balai POM di Jember Benny Hendrawan Prabowo mengatakan, edukasi tidak hanya diarahkan agar siswa memahami materi, tetapi juga membiasakan mereka lebih peduli terhadap makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Ia melanjutkan, keterlibatan kader menjadi bagian penting agar pesan keamanan pangan bisa terus berjalan di lingkungan sekolah.

Menurut Benny, pembudayaan keamanan pangan memang membutuhkan proses yang berkelanjutan.

Baca Juga: Pemkab Lumajang Perketat Standart Keamanan Pangan Penyaluran MBG

Edukasi tidak cukup dilakukan sekali oleh petugas, tetapi perlu diteruskan oleh orang-orang yang berada dekat dengan penerima manfaat.

“Kader inilah yang nantinya menjadi penggerak di lingkungan sekolah, sehingga edukasi keamanan pangan bisa terus disampaikan dan dipraktikkan,” ujarnya.

Beberapa hari sebelumnya, pihaknya juga membentuk dan membekali kader melalui Program Pemberdayaan Keamanan Pangan Penerima Manfaat MBG di sejumlah lokus, dengan melibatkan sekolah dan posyandu.

Setelah mendapatkan pembekalan, kader diharapkan mampu meneruskan edukasi kepada penerima manfaat sekaligus mendorong kebiasaan keamanan pangan di lingkungannya.

Benny menegaskan, keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG merupakan tanggung jawab bersama.

Baca Juga: Waspadai Keamanan Pangan! FKM Unej Desak Pemkab Perkuat Pengawasan Dapur MBG di Jember

SPPG memastikan makanan disiapkan dengan baik, sekolah menciptakan lingkungan yang mendukung, kader menjadi penggerak edukasi, sementara siswa ikut memahami dan menerapkan perilaku aman.

“Keberhasilan MBG bukan hanya tentang makanan bergizi yang sampai kepada penerima manfaat, tetapi juga memastikan makanan tersebut aman sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan,” pungkasnya. (kin/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
kader keamanan pangan Mbg Balai POM pangan Sekolah