Radar Jember – Ibu hamil tak cukup hanya memastikan perut terisi. Di balik porsi makan yang bertambah, ada kebutuhan nutrisi yang justru kerap luput diperhatikan, salah satunya protein hewani yang menjadi bagian penting untuk menunjang tumbuh kembang janin selama masa kehamilan.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSU Unmuh Jember dr. Dewi Ayu Astari Paramita, Sp.OG, menyebut ibu hamil setidaknya membutuhkan empat porsi protein hewani dalam sehari. Kebutuhan itu tidak harus dipenuhi dalam sekali makan.
Protein bisa dibagi dalam makanan utama maupun camilan. ”Kebutuhan protein hewani itu sehari paling tidak makan empat porsi,” katanya.
Ia menjelaskan, satu porsi protein hewani dapat dicontohkan dengan sekitar satu ons ayam, satu ekor ikan kecil seperti ikan kembung, atau tiga butir telur. Dengan cara dicicil, kebutuhan protein harian dinilai lebih mudah dipenuhi.
Karena itu, ibu hamil juga perlu lebih jeli memilih camilan. Ketika lapar di sela waktu makan, makanan yang mengandung protein hewani lebih disarankan ketimbang jajanan yang mayoritas berbahan tepung.
“Dibanding ngemil snack yang tepung-tepung saja, lebih baik cari snack yang ada kandungan protein hewaninya,” jelasnya.
Komposisi makanan juga harus diperhatikan. Karbohidrat tetap dibutuhkan, tetapi harus diimbangi protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah.
Sebaliknya, konsumsi gula dan minyak perlu dibatasi. Terlebih bagi ibu yang sejak awal kehamilan mengalami kegemukan atau obesitas, pemilihan makanan menjadi semakin penting.
Baca Juga: Bukan Cuma Tindakan Medis! Dosen Unmuh Jember Beberkan Pentingnya Spiritual Care bagi Pasien Kritis
Jika berat badan ibu atau janin sudah berlebihan, diet selama kehamilan bukan berarti memangkas porsi makan. Justru, makanan yang tidak terlalu dibutuhkan tubuh yang perlu dikurangi.
“Diet ibu hamil itu bukan mengurangi porsi makan, tetapi memilih apa yang dimakan. Gula, tepung, dan minyak bisa dihentikan atau dikurangi,” tegasnya.
Menurutnya, pola makan selama kehamilan bukan hanya berdampak pada kondisi ibu dan janin selama sembilan bulan.
Kelebihan berat badan dan gangguan metabolik seperti diabetes kehamilan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan pada ibu sekaligus memberi dampak jangka panjang bagi anak.
“Efek apa yang dimakan ibu hamil selama sembilan bulan itu luar biasa. Jadi harapannya ibu hamil bisa lebih aware dengan kondisi kehamilannya,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh