Radar Jember – Membiasakan anak banyak bergerak menjadi bagian penting dalam menunjang tumbuh kembang.
Aktivitas fisik yang dilakukan dalam keseharian memberi stimulus bagi tulang, otot, dan otak, sekaligus melatih kemampuan anak dalam mengendalikan gerakan tubuh.
Dokter Spesialis Anak RS Bina Sehat Jember, dr M. Ali Shodikin SpA MKes, mengatakan gerak aktif memiliki peran dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
Semakin banyak kesempatan anak untuk melakukan berbagai gerakan, semakin banyak pula kemampuan tubuh yang terlatih.
“Pada anak, aktivitas fisik akan membantu meningkatkan pertumbuhan tulang, otot, dan otak serta meningkatkan keterampilan motorik, gerak kinetik, dan kemampuan koordinasi anggota badan,” jelasnya.
Gerakan yang dilakukan anak juga berkaitan dengan hormon pertumbuhan. Pada masa tumbuh kembang, hormon tersebut memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan tubuh.
Karena itu, anak perlu memiliki kesempatan untuk aktif bergerak dalam aktivitas hariannya.
Baca Juga: Bukan Karena Suhu Terlalu Tinggi! Dokter Unmuh Jember Ungkap Pemicu Utama Kejang Demam pada Anak
Kebiasaan aktif juga memberi manfaat terhadap daya tahan tubuh.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu mengoptimalkan sistem imun anak sehingga tubuh tidak mudah rentan terhadap penyakit.
Bentuk aktivitasnya bisa sederhana dan dekat dengan keseharian.
Anak dapat diajak berjalan, berlari, bersepeda, berenang, senam, bergelantungan, berguling, maupun bermain bersama teman.
Beragam gerakan tersebut sekaligus membantu mengasah koordinasi dan keterampilan motorik.
Ali menekankan pentingnya peran orang tua dalam membangun kebiasaan tersebut.
Anak perlu diberi ruang untuk bergerak sesuai usia dan kemampuannya, dengan aktivitas yang tetap terkendali serta berada dalam pengawasan orang tua.
“Yang bagus jika anak rajin bergerak atau beraktivitas fisik dengan pengawasan orang tua,” ujarnya. Kebiasaan aktif sejak dini diharapkan menjadi bagian dari keseharian anak sehingga proses tumbuh kembang tulang, otot, dan otak dapat berlangsung lebih optimal. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh