Radar Jember - Kejang demam masih menjadi momok bagi banyak orang tua. Tidak sedikit yang menganggap kejang terjadi karena suhu tubuh anak sangat tinggi.
Padahal, kondisi tersebut justru lebih sering dipicu oleh kenaikan suhu tubuh yang berlangsung cepat.
Dokter Spesialis Anak RSU Unmuh Jember, dr Mega Nur Purbo Sejati SpA, menjelaskan kejang demam umumnya terjadi pada anak usia enam bulan hingga lima tahun karena sistem saraf mereka masih berkembang dan lebih sensitif terhadap perubahan suhu tubuh.
"Kejang demam bukan karena panasnya sampai 40 derajat Celsius. Justru sering terjadi karena kenaikan suhu yang cepat. Makanya jangan menunggu panasnya terlalu tinggi baru ditangani," ujarnya.
Menurutnya, ketika suhu tubuh sudah mencapai lebih dari 37,5 derajat Celsius, orang tua sebaiknya segera melakukan penanganan dengan memberikan obat penurun panas sesuai dosis yang dianjurkan tenaga kesehatan serta memantau suhu menggunakan termometer.
Apabila anak mengalami kejang, orang tua diminta tetap tenang. Anak harus segera diposisikan miring agar jalan napas tetap terbuka.
Jangan memasukkan sendok, jari, kain, maupun benda lain ke dalam mulut anak karena justru berisiko menyebabkan cedera.
Selain itu, orang tua dianjurkan mencatat lamanya kejang.
Bila berlangsung lebih dari 15 menit atau terjadi berulang dalam satu episode demam, anak harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Yang penting orang tua tahu cara pertolongan pertama dan segera membawa anak berobat bila ada tanda bahaya," jelasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh