Jangan Tunggu Nikah! Ini Alasan Penting Kenapa Remaja Perempuan Wajib Rawat Kesehatan Rahim Sejak Dini

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:23 WIB
ilustrasu rahim. (KLIK DOKTER)
ilustrasu rahim. (KLIK DOKTER)

RADAR JEMBER - Banyak remaja perempuan masih menganggap kesehatan rahim baru penting ketika sudah menikah atau merencanakan kehamilan.

Padahal, para ahli menegaskan bahwa menjaga kesehatan organ reproduksi perlu dimulai sejak masa remaja. Kebiasaan yang diterapkan sejak dini dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi hingga dewasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kesehatan perempuan mencakup kesehatan reproduksi sepanjang siklus kehidupan, mulai dari masa remaja hingga usia lanjut.

Karena itu, perhatian terhadap kesehatan reproduksi bukan hanya berkaitan dengan kehamilan, tetapi juga kualitas hidup, kesejahteraan fisik, dan kesehatan secara menyeluruh.

Baca Juga: Jantung Berdebar dan Mata Kabur? Dokter Spesialis RS Siloam Jember Peringatkan Bahaya Hipertensi Tanpa Gejala

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan remaja adalah menjaga kebersihan saat menstruasi.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa manajemen kebersihan menstruasi penting untuk mencegah gangguan kesehatan pada organ reproduksi.

Remaja dianjurkan menggunakan pembalut yang bersih, menggantinya secara berkala, serta menjaga kebersihan area kewanitaan dengan air bersih dan sabun bila diperlukan.

Kurangnya pengetahuan tentang kebersihan menstruasi masih menjadi salah satu tantangan di kalangan remaja.

Baca Juga: Masih Banyak Ibu Hamil Kena Tipu Mitos, Kaprodi UDS Desak Mahasiswa Kebidanan Ambil Tindakan Ekstrem ke Lapanga

Selain itu, remaja juga perlu mengenali perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Siklus menstruasi yang sangat tidak teratur, nyeri haid yang berlebihan hingga mengganggu aktivitas, perdarahan yang tidak biasa, atau keputihan yang disertai bau menyengat dan rasa gatal sebaiknya tidak diabaikan.

Keluhan tersebut bukan berarti pasti menandakan penyakit, tetapi menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

WHO juga menekankan bahwa remaja membutuhkan informasi kesehatan reproduksi yang benar agar dapat mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatannya.

Edukasi sejak dini terbukti berperan dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai tubuhnya sekaligus membantu mencegah berbagai risiko kesehatan reproduksi di kemudian hari.

Menjaga kesehatan rahim bukan berarti harus menunggu menikah. Justru, semakin dini remaja memahami cara merawat kesehatan reproduksi, semakin besar peluang untuk mendeteksi gangguan sejak awal dan menjaga kualitas kesehatan hingga dewasa.

Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan saat menstruasi, menerapkan pola hidup sehat, berolahraga secara rutin, serta tidak ragu memeriksakan diri jika muncul keluhan merupakan investasi kesehatan yang penting bagi setiap perempuan.

Penulis : Siti Roihani

Editor : Imron Hidayatullahh
Perempuan who kesehatan reproduksi