Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jantung Berdebar dan Mata Kabur? Dokter Spesialis RS Siloam Jember Peringatkan Bahaya Hipertensi Tanpa Gejala

M Adhi Surya • Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:00 WIB
“Segera periksakan diri agar penyebabnya diketahui. Yang lebih penting lagi, jangan menunggu gejala muncul untuk mulai rutin mengecek tekanan darah.” dr Agus Yudho Santosa, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Siloam Jember. (RS SILOAM JEMBER)
“Segera periksakan diri agar penyebabnya diketahui. Yang lebih penting lagi, jangan menunggu gejala muncul untuk mulai rutin mengecek tekanan darah.” dr Agus Yudho Santosa, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Siloam Jember. (RS SILOAM JEMBER)

Radar Jember – Jantung yang tiba-tiba berdebar atau penglihatan mendadak kabur kerap dianggap sebagai keluhan biasa. Sebagian orang mengaitkannya dengan kelelahan, kurang istirahat, atau bertambahnya usia.

Padahal, kedua kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda tekanan darah yang sudah tidak terkontrol dan mulai memengaruhi organ tubuh. Dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam Jember, dr Agus Yudho Santosa, mengatakan hipertensi pada dasarnya tidak memiliki gejala yang khas.

Namun, ketika tekanan darah meningkat cukup tinggi, sebagian penderita mulai merasakan keluhan seperti jantung berdebar, penglihatan kabur, sakit kepala, hingga rasa tidak nyaman di dada.

"Keluhan tersebut memang dapat muncul, tetapi biasanya saat tekanan darah sudah cukup tinggi atau mulai memberikan dampak pada organ tubuh," ujar Yudho yang pernah meraih penghargaan Dokter teladan 2023 lalu .

Menurutnya, jantung berdebar terjadi karena sistem kardiovaskular bekerja lebih keras saat tekanan darah meningkat. Meski demikian, keluhan tersebut bukan berarti seseorang dipastikan menderita hipertensi.

Sebab, jantung berdebar juga dapat dipicu stres, gangguan irama jantung, konsumsi kafein berlebihan, maupun kondisi medis lainnya. Sementara itu, penglihatan kabur dapat muncul ketika tekanan darah tinggi mulai memengaruhi pembuluh darah halus di retina.

Gangguan aliran darah tersebut membuat fungsi penglihatan terganggu sehingga pandangan terasa buram atau tidak fokus. Kondisi ini perlu segera diperiksakan agar penyebabnya dapat dipastikan.

Ia menegaskan, masyarakat tidak dianjurkan menunggu munculnya keluhan tersebut untuk mengetahui kondisi tekanan darahnya. Pasalnya, sebagian besar penderita hipertensi justru tidak merasakan gejala apa pun hingga akhirnya diketahui setelah terjadi komplikasi pada jantung, otak, ginjal, maupun mata.

Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala tetap menjadi cara paling efektif mendeteksi hipertensi sejak dini.

Kebiasaan memeriksa tekanan darah sebaiknya dilakukan meski tubuh terasa sehat, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, berusia di atas 40 tahun, mengalami obesitas, atau memiliki pola hidup kurang sehat.

Selain rutin memeriksa tekanan darah, dr Yudho mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat untuk menekan risiko hipertensi.

Mulai membatasi konsumsi garam, memperbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, serta mengelola stres dengan baik.

"Segera periksakan diri agar penyebabnya diketahui. Yang lebih penting lagi, jangan menunggu gejala muncul untuk mulai rutin mengecek tekanan darah," tutup pria yang rutin donor darah hingga 100 kali tersebut. (dhi/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #RS Siloam Jember #gejala #hipertensi #tekanan darah