Radar Jember – Tubuh anak yang mendadak kaku, mata mendelik, lalu disusul gerakan kejang saat demam tinggi sering membuat orang tua kehilangan kendali.
Kepanikan justru menjadi kesalahan pertama yang kerap terjadi. Padahal, tindakan awal yang tepat sangat menentukan penanganan kejang demam sebelum anak mendapat pertolongan medis.
Dokter Spesialis Anak RSU Unmuh Jember, dr. Mega Nur Purbo Sejati, Sp.A, menjelaskan kejang demam umumnya terjadi pada anak usia enam bulan hingga lima tahun, dengan angka kejadian paling sering pada usia satu hingga dua tahun.
Kondisi itu muncul ketika suhu tubuh meningkat secara cepat sehingga memicu gangguan pada sistem kelistrikan otak yang masih berkembang.
"Kalau misalnya kejangnya lebih dari 15 menit, itu sudah termasuk kategori darurat. Karena itu bisa mengganggu sistem otak. Jadi saran saya kalau lebih dari 15 menit kejang, harus langsung dibawa ke IGD," ujarnya.
Menurutnya, orang tua perlu memperhatikan bentuk kejang dan lamanya kejang berlangsung. Kejang yang terjadi kurang dari 15 menit dan tidak berulang dalam satu episode umumnya termasuk kejang demam sederhana.
Sebaliknya, bila berlangsung lebih dari 15 menit atau hanya mengenai sebagian anggota tubuh. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih karena masuk kategori kejang demam kompleks.
Saat anak mengalami kejang, ia menyarankan orang tua tidak memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak, termasuk sendok, kopi, bawang putih, maupun air minum. "Miringkan posisinya supaya jalan napas tetap terbuka. Jangan memasukkan kopi, air ataupun sendok ke mulut anak," tegasnya.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa kopi dapat menghentikan kejang. Menurutnya, hingga kini tidak ada bukti medis yang menunjukkan pemberian kopi mampu mencegah maupun mengatasi kejang demam pada anak.
Justru tindakan tersebut berpotensi membahayakan karena dapat mengganggu jalan napas saat anak sedang kejang. Untuk mencegah kejang berulang ketika anak demam, orang tua disarankan selalu menyediakan termometer dan obat penurun panas di rumah.
Begitu suhu tubuh mencapai lebih dari 37,5 derajat Celsius, anak dapat diberikan parasetamol sesuai dosis berat badan serta dipantau agar demam tidak meningkat terlalu cepat.
"Yang paling penting orang tua jangan panik. Sebagian besar kejang demam tidak berbahaya. Yang menentukan adalah bagaimana penanganan awalnya dilakukan dengan benar," pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh