Radar Jember – Tubuh proporsional dengan berat badan normal bukan jaminan mutlak seseorang terbebas dari masalah kesehatan.
Seorang Personal Coach Kebugaran di Jember, Widyah Prastika Sari, mengungkapkan fenomena Thin on the Outside, Fat on the Inside (TOFI) kini menjadi ancaman kesehatan tersembunyi yang kerap diabaikan masyarakat.
Menurut dia, di tengah gaya hidup modern yang minim aktivitas fisik, kondisi TOFI atau yang populer disebut skinny fat ini kian menjamur.
Celakanya, mayoritas penderita tidak menyadari kondisi tersebut karena terjebak rasa aman oleh angka timbangan yang ideal.
Baca Juga: GEGER LAGI! Alihkan Objek Jaminan Fidusia, Debitur di Jember Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara
Sari menegaskan, ketidaktahuan ini dapat mengakibatkan penumpukan lemak viseral secara masif yang lambat laun merusak fungsi organ dalam dan memicu penuaan dini pada sel tubuh.
“Ini jarang disadari, soalnya kalau cuma melihat berat badan doang, ya terlihat ideal,” kata perempuan 25 tahun itu.
Disampaikan, penyebab utama fenomena ini adalah kombinasi pola makan buruk dan jarangnya melakukan latihan fisik.
Kondisi tersebut membuat tubuh kekurangan massa otot namun tinggi persentase lemak.
Ciri fisik yang paling mudah dikenali adalah adanya gelambir atau penumpukan lemak di area tertentu seperti perut, lengan, atau paha, meskipun postur tubuh secara keseluruhan tampak kurus saat berpakaian.
Personal coach kebugaran itu menambahkan, kondisi skinny fat ini sama berisikonya dengan obesitas umum.
Lemak yang tertimbun pada penderita TOFI bukanlah lemak di bawah kulit, melainkan lemak viseral yang membungkus organ-organ vital seperti hati dan jantung.
"Dampaknya sama berbahaya dengan obesitas. Ada risiko tinggi terkena penyakit metabolik, mulai dari resistensi insulin, diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, hingga serangan jantung mendadak akibat rusaknya regenerasi sel," urainya.
Sebagai solusi, penderita TOFI tidak disarankan melakukan diet ketat atau memotong porsi makan secara drastis, karena hal itu justru akan makin mengikis massa otot.
Langkah yang benar adalah mengubah komposisi nutrisi dengan meningkatkan asupan protein dan memangkas konsumsi gula.
Baca Juga: Persid Jember Perpanjang Kutukan 18 Tahun, Eks Asisten Manajer Angkat Bicara!
Selain itu, olahraga kardio seperti lari harus dikombinasikan dengan latihan beban secara rutin untuk membakar lemak viseral sekaligus membangun massa otot.
“Solusinya bukan ngurangi porsi makan, tapi memperhatikan apa yang dimakan serta memulai pola hidup sehat termasuk olahraga rutin,” pungkasnya. (yul)
Editor : Imron Hidayatullahh