Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bayi Gumoh sampai Keluar Lewat Hidung? Jangan Panik, Bidan Puskesmas Sumbersari Bongkar Penyebab dan Cara Benar Mengatasinya

M Adhi Surya • Jumat, 5 Juni 2026 | 10:30 WIB
“Gumoh itu ASI yang keluar karena melebihi kapasitas lambungnya.” TYAS EDI, Bidan Puskesmas Sumbersari dan Owner Klinik Bidanku Tyas Edi. (TYAS EDI)
“Gumoh itu ASI yang keluar karena melebihi kapasitas lambungnya.” TYAS EDI, Bidan Puskesmas Sumbersari dan Owner Klinik Bidanku Tyas Edi. (TYAS EDI)

Radar Jember – Bayi yang baru berusia beberapa hari sering kali membuat orang tua panik ketika tiba-tiba mengeluarkan ASI dari mulut hingga tampak keluar melalui hidung. Kondisi tersebut tidak selalu menandakan adanya penyakit.

Orang tua perlu memahami perbedaan antara gumoh (regurgitasi) dan muntah agar tidak salah mengambil langkah penanganan.

Bidan Puskesmas Sumbersari, Tyas Edi, menjelaskan bahwa gumoh merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi baru lahir.

Biasanya, ASI yang diminum keluar kembali karena kapasitas lambung bayi masih sangat kecil dan belum mampu menampung terlalu banyak cairan.

Baca Juga: Sering Dikira Wajar Karena Faktor Usia! Psikolog Jember Ungkap Gejala Awal Pikun yang Ternyata Bahaya Bagi Lansia

Gumoh itu ASI yang keluar karena melebihi kapasitas lambungnya. Jadi minuman yang masuk ke lambung tidak mampu ditampung seluruhnya,” ujarnya.

Menurut Tyas, gumoh kerap disertai keluarnya udara yang ikut tertelan saat bayi menyusu.

Karena itu, cairan yang keluar terkadang tampak bercampur lendir atau berwarna kekuningan sehingga membuat orang tua khawatir.

Padahal kondisi tersebut umumnya masih tergolong normal. Jika bayi mengalami gumoh, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memiringkan tubuh bayi dan membantu mengeluarkan udara dengan cara menyendawakannya.

Cara tersebut dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan sekaligus mencegah cairan masuk kembali ke saluran pernapasan.

Baca Juga: Daging Kambing Sering Dikambinghitamkan! Dokter Spesialis RS Siloam Jember Bongkar Biang Kerok Asli Hipertensi Pasca-Idul Adha

“Untuk menanganinya saat gumoh, bayi dimiringkan dan disendawakan. Biasanya ada udara yang ikut masuk, sehingga keluar lagi bersama ASI,” katanya.

Meski demikian, Tyas mengingatkan agar kondisi bayi tetap dipantau. Saat kontrol kesehatan rutin, orang tua dianjurkan menyampaikan setiap keluhan yang muncul, termasuk frekuensi gumoh maupun perubahan perilaku bayi sehari-hari.

“Pada saat kontrol, tolong ditanyakan kondisi kesehatan si bayi. Yang jelas pastikan kondisi bayinya sehat dan baik-baik saja,” tambahnya.

Berbeda dengan gumoh, muntah pada bayi perlu mendapat perhatian lebih serius. Tyas menjelaskan, muntah yang terjadi berulang tanpa sebab yang jelas bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.

“Kalau muntah tanpa penyebab dan muntah-muntah terus, berarti bayi sakit. Bisa jadi ada gangguan sesuatu dalam pencernaannya,” tegasnya.

Baca Juga: Sering Dianggap Sama! Ternyata Ini Perbedaan Fatal Antara Campak dan Cacar yang Wajib Diketahui Orang Tua!

Karena itu, orang tua disarankan segera memeriksakan bayi ke fasilitas kesehatan apabila muntah terjadi berulang, bayi tampak rewel, atau muncul tanda-tanda sakit lainnya.

“Sebaiknya segera dikonsultasikan, terutama kalau diiringi dengan keluhan lainnya,” pungkasnya. (dhi/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#gumoh #regurgitasi #puskesmas sumbersari #Jember #kesehatan bayi