Radar Jember – Banyak orang mengira tekanan darah tinggi selalu diawali keluhan yang mudah dikenali.
Misalnya kepala terasa berat, tubuh limbung, atau lidah terus mencari makanan asin karena merasa masakan kurang terasa. Padahal, anggapan semacam itu tidak sepenuhnya benar.
Dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam Jember, dr Agus Yudho Santosa SpPD FINASIM, mengatakan hipertensi pada umumnya tidak memiliki tanda khas.
Sebagian besar penderita justru terlihat sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa meski tekanan darahnya sudah melewati batas normal.
“Inilah kenapa hipertensi sering disebut penyakit yang diam-diam berbahaya,” ujarnya.
Menurut dia, memang ada sejumlah keluhan yang kadang dirasakan sebagian pasien. Mulai sakit kepala, pusing, tubuh mudah lelah, rasa gelisah, hingga penglihatan yang mendadak terasa kabur.
Namun keluhan tersebut bersifat tidak spesifik karena bisa muncul akibat banyak faktor lain.
Pada kondisi tertentu, penderita juga bisa merasakan jantung berdebar lebih cepat atau muncul rasa tidak nyaman di dada.
Meski begitu, gejala tersebut biasanya baru terasa ketika tekanan darah sudah cukup tinggi atau mulai memengaruhi kerja organ tubuh.
Soal anggapan seseorang mulai hipertensi karena sering merasa makanan kurang asin, dr Agus menilai hal itu tidak bisa dijadikan patokan medis.
Sensasi lidah yang terasa kurang asin lebih sering berkaitan dengan kebiasaan konsumsi garam berlebih sehingga ambang rasa di lidah berubah.
Jika kondisi itu dibiarkan, maka seseorang cenderung menambah garam lebih banyak agar makanan terasa pas.
Kebiasaan inilah yang perlahan dapat meningkatkan risiko tekanan darah naik, terutama bila dibarengi pola makan tinggi lemak dan minim aktivitas fisik.
Karena gejalanya kerap samar, pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi satu-satunya cara pasti mengetahui kondisi tubuh.
Baca Juga: TBC Masih Mengancam Semua Kalangan, Bisa Sembuh Asal Patuh Berobat
Tidak harus menunggu pusing atau keluhan tertentu datang lebih dulu. Pemeriksaan berkala justru penting dilakukan saat tubuh terasa sehat.
dr Agus mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan hipertensi hanya karena merasa baik-baik saja.
Jika tidak terdeteksi sejak awal, tekanan darah tinggi bisa merusak jantung, ginjal, otak, hingga pembuluh darah secara perlahan.
“Sering kali pasien baru sadar setelah muncul komplikasi. Karena itu, cek tekanan darah jangan menunggu sakit,” tutup pria yang pernah dapat penghargaan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa setelah melakukan donor darah 75 kali itu. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh