Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sering Dianggap Sama! Ternyata Ini Perbedaan Fatal Antara Campak dan Cacar yang Wajib Diketahui Orang Tua!

Dwi Siswanto • Rabu, 13 Mei 2026 | 06:40 WIB
Ilustrasi campak. (gambar diolah dengan AI)
Ilustrasi campak. (gambar diolah dengan AI)

Radar Jember - Banyak masyarakat masih menganggap campak dan cacar sebagai penyakit yang sama. Padahal keduanya merupakan penyakit berbeda, baik dari penyebab, gejala, maupun tingkat bahayanya.

Campak disebabkan oleh virus measles virus yang menyerang saluran pernapasan dan sangat mudah menular melalui batuk atau bersin.

Gejala utamanya berupa demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta muncul ruam kemerahan di tubuh.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Gigi Berlubang! Dokter RSU Unmuh Jember Ingatkan Bahaya Bakteri yang Bisa Picu Penyakit Jantung!

Sedangkan cacar disebabkan virus berbeda. Cacar air berasal dari virus varicella zoster, sementara cacar manusia atau smallpox disebabkan virus variola.

Gejala cacar umumnya ditandai lepuhan berisi cairan yang terasa gatal atau nyeri.

Dalam sejarah dunia kesehatan, campak termasuk salah satu penyakit menular paling mematikan sebelum ditemukan vaksin.

Penyakit ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan pertama kali dibedakan dari cacar oleh ilmuwan sekaligus dokter asal Persia, Muhammad ibn Zakariya al-Razi atau Al-Razi pada abad ke-9.

Saat itu, banyak orang sulit membedakan campak dan cacar karena sama-sama menimbulkan ruam di kulit. Namun Al-Razi menjelaskan bahwa campak memiliki gejala dan pola penularan berbeda dibanding cacar.

Baca Juga: TBC Masih Mengancam Semua Kalangan, Bisa Sembuh Asal Patuh Berobat

Sebelum era vaksin, wabah campak sering menelan korban jiwa dalam jumlah besar, terutama anak-anak.

Organisasi kesehatan dunia memperkirakan jutaan orang meninggal akibat campak setiap tahun pada abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20.

Penyakit ini menjadi sangat berbahaya karena dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, radang otak, hingga kematian.

Perubahan besar terjadi setelah ilmuwan Amerika Serikat, John Enders berhasil mengembangkan vaksin campak pertama pada tahun 1963.

Penemuan tersebut kemudian menjadi tonggak penting dalam dunia kesehatan modern.

Setelah vaksin digunakan secara luas di berbagai negara, angka kematian akibat campak turun drastis. Sebelum vaksin ditemukan, campak diperkirakan menyebabkan sekitar 2,6 juta kematian setiap tahun di dunia.

Baca Juga: Langkah Nyata Lawan Kanker Serviks! Balai POM Jember Gelar Vaksinasi HPV, Peserta Membeludak Hingga 320 Orang!

Kini vaksin campak menjadi bagian penting imunisasi dasar anak di banyak negara, termasuk Indonesia.

 Pemerintah terus menggalakkan imunisasi untuk mencegah munculnya kembali wabah campak yang dapat membahayakan keselamatan anak-anak. (dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#gejala campak #measles virus #Muhammad ibn Zakariya al-Razi #campak #cacar monyet