Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jangan Sepelekan Gigi Berlubang! Dokter RSU Unmuh Jember Ingatkan Bahaya Bakteri yang Bisa Picu Penyakit Jantung!

M Adhi Surya • Kamis, 23 April 2026 | 05:00 WIB
“Gigi dan mulut itu merupakan jalan masuk utama bagi bakteri ke seluruh tubuh.” drg. IKATANTI RATNA ANGGRAINI, Dokter Gigi RSU Unmuh Jember. (HUMAS UNMUH JEMBER)
“Gigi dan mulut itu merupakan jalan masuk utama bagi bakteri ke seluruh tubuh.” drg. IKATANTI RATNA ANGGRAINI, Dokter Gigi RSU Unmuh Jember. (HUMAS UNMUH JEMBER)

Radar Jember - Sakit gigi kerap dianggap remeh. Padahal, rasa nyeri yang awalnya hanya terasa di satu bagian mulut bisa menjalar hingga membuat seluruh tubuh tidak nyaman.

Kondisi ini sering kali terjadi ketika kerusakan gigi sudah memasuki tahap serius.

Dokter Gigi RSU Unmuh Jember, drg Ikatanti Ratna A. menyebut rendahnya kesadaran masyarakat menjadi persoalan utama.

Baca Juga: TBC Masih Mengancam Semua Kalangan, Bisa Sembuh Asal Patuh Berobat

Banyak masyarakat baru mencari pertolongan medis saat rasa sakit sudah tidak tertahankan. “Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut itu masih belum terlalu tinggi,” ujarnya.

Kerusakan gigi biasanya diawali dari lubang kecil yang tidak menimbulkan gejala, karena tidak terasa sakit, kondisi ini kerap diabaikan.

Padahal, lubang yang dibiarkan akan semakin besar dan memicu nyeri hebat.

Selain faktor kesadaran, ketakutan terhadap dokter gigi juga masih sering ditemui. Banyak orang menunda pemeriksaan karena khawatir dengan tindakan seperti pencabutan gigi.

Baca Juga: Langkah Nyata Lawan Kanker Serviks! Balai POM Jember Gelar Vaksinasi HPV, Peserta Membeludak Hingga 320 Orang!

“Yang kedua, takut ke dokter gigi. Nah ini mindset yang sangat sering timbul di masyarakat,” katanya.

Dampak sakit gigi ternyata tidak hanya berhenti di rongga mulut. Infeksi dari gigi berlubang bisa menjadi pintu masuk bakteri ke dalam tubuh dan menyebar melalui aliran darah.

“Gigi dan mulut itu merupakan jalan masuk utama bagi bakteri ke seluruh tubuh,” jelasnya.

Bakteri tersebut dapat memicu gangguan serius, termasuk penyakit kardiovaskular. Ketika bakteri masuk ke pembuluh darah, aliran bisa terganggu hingga menyebabkan pembengkakan.

“Setelah itu dia akan menghambat aliran darah karena ada penumpukan di pembuluh darah tersebut,” terangnya.

Kondisi lain yang juga berkaitan adalah diabetes. Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi di rongga mulut, sekaligus proses penyembuhan yang lebih lambat setelah pencabutan gigi.

“Kalau cabut gigi pada penderita diabetes, penyembuhan lukanya akan lebih lama,” ungkapnya.

Baca Juga: Jangan Anggap Flu Biasa! Dokter Anak RSU Unmuh Jember Bongkar Rahasia Putus Rantai Campak di Rumah!

Ia menambahkan, kadar gula darah yang tinggi membuat kondisi mulut menjadi lebih mudah ditempeli bakteri. Hal ini mempercepat terjadinya infeksi dan memperparah kerusakan gigi.

“Kalau gula darah tidak terkontrol, bakteri akan lebih mudah menempel karena kondisi mulut cenderung manis,” pungkasnya. (dhi/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Unmuh Jember #kesehatan gigi #kesehatan gigi dan mulut #sakit gigi #gigi berlubang