Radar Jember - Upaya melindungi anak dari ancaman penyakit menular terus digencarkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB Jember), salah satunya dengan imunisasi campak.
Koordinator Imunisasi Puskesmas Banjarsengon Wahyu Anita mengatakan, dengan imunisasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI), tenaga kesehatan menyasar bayi usia 9 hingga 18 bulan yang belum melengkapi dosis imunisasi campak sebagai langkah pencegahan dini terhadap penyakit berbahaya tersebut.
Hal ini dilaksanakan dengan metode jemput bola agar layanan imunisasi lebih mudah dijangkau. Petugas kesehatan mendatangi titik-titik layanan yang telah ditentukan sehingga orang tua dapat membawa anaknya tanpa harus menunggu jadwal pelayanan rutin di fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Halalbihalal MKKS SMP Jember: Solidkan Sinergi Para Kepala Sekolah
Pihaknya menegaskan bahwa imunisasi campak diluar kegiatan rutin, melainkan bentuk perlindungan utama bagi anak dari risiko penyakit menular yang dapat berdampak serius. Menurutnya, campak masih menjadi ancaman apabila cakupan imunisasi tidak terpenuhi.
Ia menjelaskan, infeksi campak dapat menimbulkan komplikasi berat seperti pneumonia atau radang paru-paru akut yang menyebabkan gangguan pernapasan.
“Selain itu, penyakit ini juga berisiko memicu ensefalitis atau peradangan otak yang dapat berdampak pada gangguan saraf permanen,” jelasnya.
Tak hanya itu, campak juga dapat menyebabkan gangguan sensorik, mulai dari infeksi telinga hingga risiko kebutaan permanen. Karena itu, imunisasi dinilai sebagai langkah paling efektif untuk melindungi anak dari dampak jangka panjang penyakit tersebut.
Baca Juga: Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Banjarsengon drg Driana Desy Purwaningsih mengimbau orang tua agar tidak menunda pemeriksaan apabila anak menunjukkan gejala awal campak.
“Jika anak mengalami demam tinggi, muncul ruam merah, batuk, serta mata merah, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan,” ujarnya.
Melalui Imunisasi Kejar Campak ini, Dinkes PPKB Jember berharap angka kasus campak dapat ditekan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh